Konferensi Internasional Prodi Hukum Nusa Putra Hadirkan Profesor dari Singapore Management University

Kamis, 16 November 2023 - 09:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Program Studi (Prodi) Hukum Universitas Nusa Putra Kembali sukses menyelenggarakan International Conference yang ke tiga kalinya pekan lalu bertempat di National Technological University (NTU) Singapura. Konferensi yang bertajuk International Conference on Law Public Policy and Human Right 2023 (ICLAPH) itu, menghadirkan pembicara utama Prof. Dr. Dan W. Puchniak, seorang Profesor hukum dari Singapore Management University (SMU). Ratusan partisipan hadir dalam acara yang menyajikan lebih dari 120 paper penelitian tersebut.

Presiden ICLAPH 2024 Armansyah menjelaskan, konferensi internasional itu merupakan yang ke-tiga kalinya sukses di gelar oleh Prodi Hukum. Menurutnya, gelaran ini merupakan kali pertama diselenggarakan di luar negeri setelah dua konferensi sebelumnya dilaksanakan secara hybrid di masa pandemic Covid-19.

“Tahun 2023 ini kita berhasil menyelenggarakan ICLAPH secara offline di NTU Singapura, karena dua konferensi sebelumnya kan covid, jadi pelaksanaannya hybrid dari Indonesia. Pesertanya cukup banyak, bukan hanya mahasiswa dan dosen Nusa Putra, ada juga dari Brawijaya Malang dan tentunya presenter dari Malaysia, Singapura juga dari negara lainnya,” tutur Armansyah.

Lebih lanjut dikatakan, panitia ICLAPH 2023 memilih Prof. Dr. Dan W. Puchniak, seorang Profesor hukum dari Singapore Management University (SMU) sebagai pembicara utama karena ia merupakan ahli perbandingan hukum komersial yang tentunya memberi pandangan luas tentang perkembangan hukum perdaganan utamanya di Asia saat ini.

“Tema ICLAPH 2023 ini kan Legal Harmonization for Sustainable Development: Challenges and Solutions in Dynamic Development, jadi dalam kontek itu kita perlu insight dari seorang ahli yang mengerti sekali bagaimana harmonisasi hukum khususnya di Asia ini menyangkut soal bisnis dan perdagangan di Asia,” tambahnya.

Dalam konferensi internasional itu, keluar sebagai best presenter atas nama Reti Faujiah yang memresentasikan paper dengan judul Analysis of Extradition Without Agreement Based on the Maria Pauline Lumowa Case. Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat penghargaan dan dihadiri langsung oleh Juviano Dos Santos Ribeiro Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Singapura.(*)

Berita Terkait

Soroti Regulasi Benur, DPRD Sukabumi Siap Perjuangkan Aspirasi Nelayan ke Pusat
Awasi Program MBG, SPPG Sukabumi Bantargadung Bojonggaling 2 Teken PKS
Ratusan Warga Sukabumi Ikuti Sosialisasi Perlindungan Pekerja dan Program JKN
Wabup Andreas Ajak Petani Gali Peluang Sesuai Kebutuhan Pasar
Niat Rekreasi Berakhir Duka, Bocah 6 Tahun di Palabuhanratu Tak Tertolong Usai Tenggelam
Kang Sule Tekankan Soliditas Panitia Jelang Pelantikan SMSI Sukabumi Raya
Pendopo Sukabumi Bakal Diselimuti Kain Kafan, BASB Nilai Pemerintah Daerah Kehilangan Arah
Hergun Soroti Realisasi PNBP ATR/BPN yang Baru 39,74 Persen, Pertanyakan Anomali Data Layanan

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 15:56 WIB

Soroti Regulasi Benur, DPRD Sukabumi Siap Perjuangkan Aspirasi Nelayan ke Pusat

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:23 WIB

Awasi Program MBG, SPPG Sukabumi Bantargadung Bojonggaling 2 Teken PKS

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:06 WIB

Ratusan Warga Sukabumi Ikuti Sosialisasi Perlindungan Pekerja dan Program JKN

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:37 WIB

Wabup Andreas Ajak Petani Gali Peluang Sesuai Kebutuhan Pasar

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:29 WIB

Niat Rekreasi Berakhir Duka, Bocah 6 Tahun di Palabuhanratu Tak Tertolong Usai Tenggelam

Berita Terbaru