JURNALSUKABUMI.COM – Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji, mengapresiasi langkah dari Ketua Yayasan dan Ketua STISIP Syamsul ‘Ulum dalam mencetak generasi muda berkualitas.
Hal itu disampaikan Kusmana atau biasa disapa Tutus saat menghadiri acara wisuda di STISIP Syamsul’ Ulum di Gedung Sulanjana, Jalan Selabintana, pada Kamis (12/10/2023).
“Saya mengapresiasi Ketua Yayasan dan Ketua STISIP Syamsul’ Ulum serta jajaran lainnya atas keberhasilan mereka dalam mencetak generasi muda berkualitas meskipun dalam situasi pengelolaan perguruan tinggi yang penuh tantangan di Kota Sukabumi,” katanya dihadapan 192 orang wisudawan dan wisudawati, civitas akademika dan undangan lainnya. 
Dia menegaskan kepada para wisudawan bahwa selain kecerdasan, mereka juga harus memiliki sikap yang baik dan memahami realitas lingkungan sekitar. Pj wali kota yang law profile itu mendorong mereka untuk memilih pekerjaan sesuai dengan latar belakang pendidikannya.
Baginya, pendidikan itu penting, tetapi jauh lebih utama mampu menjaga sikap dan etika. Para generasi muda harus memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang baik. Selain itu dia berharap para wisudawan bisa menjadi pengusaha yang dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, dia juga mengingatkan bahwa menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) semakin sulit, sehingga lebih baik fokus pada wirausaha. Tutus bangga dengan kontribusi kampus yang didirikan oleh keluarga pahlawan Sukabumi, KH. Ahmad Sanusi, dalam memajukan pendidikan di wilayah tersebut.
Ketua STISIP Syamsul’ Ulum, Dr. Aang Rahmatullah, mengungkapkan bahwa dari 192 mahasiswa yang diwisuda, 134 berasal dari jurusan Ilmu Administrasi Negara dan 58 dari Ilmu Pemerintahan. Aang mendorong para lulusan untuk mengaplikasikan ilmu yang mereka peroleh dalam dunia kerja dan masyarakat.
Dia berharap para wisudawan dan wisudawati mampu berperan dalam perubahan positif di masyarakat dan menjaga etika baik di lingkungan kerja. Apa yang disampaikan Aang senada dengan penekanan Pj wali kota tentang pentingnya sikap yang baik dan moral di perguruan tinggi.
Dari mahasiswa yang diwisuda, sekitar 70 persen adalah penerima beasiswa yang belum bekerja karena masih muda.
“Sekitar 30 persen sisanya, sudah bekerja di sektor pemerintahan maupun swasta. Tidak sedikit mahasiswa yang diwisuda pada usia yang lebih tua, tetapi semangat mereka untuk terus belajar adalah hal yang positif, menunjukkan bahwa semangat mencari ilmu tidak mengenal usia,” ungkapnya.
Redaktur: Usep Mulyana












