JURNALSUKABUMI.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi bersama Mahasiswa Kelompok 23 KKN-T Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) lakukan seminar kebencanaan.
Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi kepada warga mengenai cara mengantisipasi terjadinya Bencana Alam. Terlebih Kabandungan termasuk wilayah rawan bencana.
“Kami bersama mahasiswa KKN lakukan seminar. Edukasi ini bertemakan Membangun Peran Masyarakat yang Siap dan Tanggap dalam Mitigasi Bencana di Desa Cianaga,” ujar Agung Koswara Adiwiguna, SubKoor BPBD Kabupaten Sukabumi, Rabu (16/8/2023).
Agung Koswara menjelaskan, Desa Cianaga memiliki potensi ancaman bencana yang tinggi, termasuk Banjir Bandang, Tanah Longsor, Banjir, Kekeringan, dan Karhutla. Oleh karenanya, berbagai langkah dipersiapkan untuk mengantisipasi bencana tersebut, termasuk peraturan, peralatan, dan Sumber Daya Manusia.
“Sebetulnya penyuluhan ini dilaksanakan pada hari Senin, 14 Agustus kemarin, di Wilayah Dusun 1 Desa Cianaga. Berbagai pemaparan materi diberikan sekaligus implementasi kebijakan daerah dalam penanggulangan bencana,” terangnya.
Agung Koswara mengapresiasi dan mendukung penyuluhan melibatkan masyarakat, anggota KKN-T UMMI Kelompok 23, beserta pemerintah Desa yang aktif dalam kegiatannya. Pihaknya menekankan agar peserta penyuluhan benar-benar dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan mendapatkan ilmu secara maksimal dari narasumber dan instruktur.
“Penyuluhan ini dapat meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan kesiapsiagaan, sehingga ketika terjadi bencana di Desa Cianaga, penanganannya dapat dilakukan dengan baik dan dapat meminimalkan korban baik dari segi harta benda maupun nyawa,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok 23 KKN-T UMMI Rizki Maulana Resya membeberkan materi tahapan penanggulangan bencana, termasuk tahap Prabencana yang meliputi pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, dan peringatan dini.
Rizki menyebut, tahap tanggap darurat dilakukan untuk mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian serta langkah-langkah tepat dan berdaya guna. Pascabencana mencakup pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi.
“Melalui penyuluhan ini, peserta diharapkan mendapatkan pengetahuan dan informasi dasar mengenai pencegahan dan mitigasi sehingga saat terjadi bencana, mereka dapat berfungsi dengan maksimal, efektif, dan efisien serta mengetahui tugas dan fungsinya,” ucap Rizki.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Usep Mulyana












