Disinfektan “Misterius”, Pemkab Sukabumi Didesak Buka-bukaan, Anggarannya Berapa?

Minggu, 12 April 2020 - 17:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Menyoal adanya cairan disinfektan yang digunakan Pemerintah Kabupaten Sukabumi masih “Misterius” untuk penyemprotan di sejumlah titik. Nampaknya terus menyeruak dan banyak pertanyaan, mulai dari jenis cairan hingga anggaran untuk covid-19 di Sukabumi, seperti halnya dari aktivis Forum Masyarakat Peduli Sukabumi Ronal. S Pamanah menilai, pihak gugus tugas covid-19 atau Pemkab Sukabumi harus terbuka dan menjelaskan kepada warga.

“Masyarakat punya hak untuk mengetahui zat yang di jadikan disinfektan, bahkan anggarannya pun harus jelas tranparan,” tegas Ronal, kepada jurnalsukabumi.com.

Menurut Ronal, selain masyarakat, tentunya petugas berkewajiban untuk menjelaskan sumber dan bahan-bahan disinfektan tersebut.

“Lah ini, petugas saja tidak tahu bahan dan zat disinfektan yang digunakan, apakah bisa merusak atau korosit atau tidak, bagaimana dengan masyarakat,” jelasnya.

Ia mengharap Pemkab Sukabumi, harus transparan dan jelas, jangan sampai saat covid-19 menjadi momok dan mengkhawatirkan warga. Upaya Pemkab membrangus covid-19 malah menjadi kontroversi.

“Jangan sampai wabah ini, dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk kepentingan pribadi,” tandasnya.

Pihak berwenang yang ahli dalam kadar dan zat disinfektan harus bisa menjelaskan, yakni ahli dari bidangnya seperti dokter, atau ahli zat lainnya.

“Ahli dalam disinfektan harus memaparkan kandungan dan zat-zat lainnya. Apalagi ada ramai bahwa disinfektan tidak bagus disemprot ke badan jika terus menerus,” pungkasnya.

Reporter: Hendi
Redaktur: FK Robbi

Berita Terkait

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Keluhan Buruh soal BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi, Zainul Munasichin Janji Tindak Lanjut di DPR RI
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:59 WIB

Keluhan Buruh soal BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi, Zainul Munasichin Janji Tindak Lanjut di DPR RI

Berita Terbaru