Kisah Inspiratif, Menyambung Hidup dari Sisa Adonan Martabak Hingga Mengantarkannya Jadi Seorang Miliarder

Sabtu, 13 Mei 2023 - 19:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Warga Bumi Purnawira Asri, Jalan Merdeka Kelurahan Cipanengah, Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi bernama Sandi Hendriana, sebelumnya bukanlah siapa-siapa melainkan hanya orang biasa yang bekerja menyambung hidup dari memanfaatkan sisa adonan martabak yang tidak sempat terjual di tempat dia bekerja.

Sandi mengatakan, masa lalunya dihabiskan di tengah-tengah kondisi ekonomi yang morat-marit dan serba kekurangan. Boleh dibilang setiap hari dia harus bergelut dengan kerasnya kehidupan. Tidak hanya itu, dia harus menghadapi tekanan yang bertubi-tubi tanpa ada seorang pun yang peduli tentang kelangsungan hidup dia dan keluarganya.

“Saya kalau pengen makan pagi-pagi harus bantuin orang jualan nasi kuning dulu, biar dapet sarapan. Abis itu malamnya kalau pengen makan malam, martabak nih kalau tepungnya dibesokin kan basi, nah saya minta itu buat sekedar makan malam ya dulu. Itulah titik terendah yang saya alami,” kata Sandi, Sabtu (13/5/23).

Rupanya dia bukanlah seorang pecundang yang cepat menyerah dengan keadaan seperti itu. Waktu itu, dia terus berjuang tak mengenal lelah. Umpatan, cacian dan makian mejadi menu makanan sehari-hari bagi Sandi dan keluarganya.

Sandi menceritakan, ketika teringat pada titik terendah dalam hidupnya, saat dia dan keluarga untuk mencari makan sehari-hari pun alami kesulitan. Tidak hanya itu, hinaan dan cacian juga pernah dialaminya namun hal tersebut menjadi cambuk bagi Sandi dan keluarga untuk tetap semangat berjuang meraih kesuksesan.

Kisah inspiratif tersebut berawal dari konten memborong dagangan seorang bocah laki-laki warga Bandung yang menjajakan cobek batu. Pria asal Sukabumi menceritakan perjalanan hidupnya anak itu persis serupa dengan pengalaman hidupnya di masa kecil.

Dalam konten yang dibuat oleh akun @papaidaman02, mulanya pembuat konten melihat bocah pedagang cobek batu dan kayu sedang berjalan menjajakan dagangannya. Aktivitasnya itu pun terlihat spion mobil yang dikendarai pembuat konten.

Sandi Hendriana, pembuat konten itu kemudian menanyakan identitas sang anak, sekaligus menanyakan harga semua barang dagangan yang dibawanya untuk diborong.

“Saya ini dulu orang susah, hingga makan aja seadanya. Untuk pendidikan saja, saya hanya lulusan paket C, namun Alhamdulillah sekarang ini saya sudah punya tiga perusahaan di Bandung dan satu di Jakarta. Keinginan berbagi dengan anak penjual cobek, karena saya teringat saat kecil yang susah, dan ingin memberikan motivasi kepada anak itu untuk selalu semangat agar sukses ke depannya,” kata dia.

Lanjut dia, hal itulah yang jadi motivasi dalam membuat video tersebut, karena ingin memberikan semangat dan membantu memberikan sedikit kebahagiaan dengan apa yang diraihnya sekarang ini.

Perjalanan itu yang kini membuat Sandi berhasil mendirikan empat perusahaan di bidang kreatif dengan omset mencapai Rp7 miliar per tahunnya, yang juga membuka puluhan lapangan kerja baru.

“Itulah PT kedua saya lahir, disitu juga saya membuka lapangan pekerjaan lagi, akhirnya ya itu tadi menurut saya berbagi adalah cara terbaik untuk meningkatkan standar kita. Terkahir PT keempat itu ada namanya Digo.id itu  membuat animasi news, sampai sekarang alhamdulillah,” ujar dia.

Lebih lanjut, dari keempat perusahaan tersebut Sandi bisa mempekerjakan sekitar 70 orang. Dia pun berharap, dengan usaha yang dilakukannya ini termasuk dalam membagikan konten sosial, bisa memberikan dampak kebaikan bagi generasi muda.

Menurutnya, latar belakang kelulusan pendidikan bukan menjadi halangan bagi seseorang untuk meraih kesuksesan. Serta nilai saling menghargai merupakan salah satu kuncinya.

“Dimanapun di titik apapun, ya yang kita harus lakukan sebagai anak muda sekarang itu harus belajar. Karena saya percaya, sekarang lulusan bukan satu prioritas patokan kesuksesan seseorang. Kecuali privilege, dan kalau bisa saling menghargai orang, siapapun orangnya tetap kita harus hargai,” pungkasnya.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

Terpilih Secara Demokratis, Ena Suharna Pimpin PBH SPI Sukabumi Raya
Hati-Hati Penipuan! Akun Bodong Catut Nama Kajari Kabupaten Sukabumi
Bah Anom Terpilih Aklamasi Pimpin PWI Kabupaten Sukabumi, Usung Semangat “MASAGI” dan PWI KUAT
Hercules: DPC GRIB JAYA Kabupaten Sukabumi Raih Predikat DPC Terbaik Nasional
Kawal Visi Baru Ketum DPN, DPC PERADI SAI Sukabumi Raya Hadiri Rakernas I di Jakarta
Hari Otonomi Daerah, Hergun: Tekankan Pentingnya Kemandirian Fiskal dan Kesejahteraan Rakyat
Peringati Hari Otda, Kang Budi Azhar: “Otonomi Harus Berdampak pada Ekonomi Akar Rumput”
Putra Anggota DPR RI Heri Gunawan, Arsyad Daiva Resmi Sandang Gelar S.I.K

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:55 WIB

Terpilih Secara Demokratis, Ena Suharna Pimpin PBH SPI Sukabumi Raya

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:16 WIB

Hati-Hati Penipuan! Akun Bodong Catut Nama Kajari Kabupaten Sukabumi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:48 WIB

Bah Anom Terpilih Aklamasi Pimpin PWI Kabupaten Sukabumi, Usung Semangat “MASAGI” dan PWI KUAT

Minggu, 10 Mei 2026 - 17:45 WIB

Hercules: DPC GRIB JAYA Kabupaten Sukabumi Raih Predikat DPC Terbaik Nasional

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:18 WIB

Kawal Visi Baru Ketum DPN, DPC PERADI SAI Sukabumi Raya Hadiri Rakernas I di Jakarta

Berita Terbaru

Pendidikan

Kang Anom: PWI Siap Jadi Pengawas SPMB Bersih di Sukabumi

Rabu, 27 Mei 2026 - 01:34 WIB