JURNALSUKABUMI.COM – Salah satu pedagang kopi asongan di Kecamatan Cikembar, Ardi Jon (52) mengaku, omset penjualannya menurun setelah Pemerintah menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
“Ia, pokoknya pas kenaikan kemarin saja. Eh yang seharusnya ikut naik, malah merosot. Sangat berpengaruh sekali,” kata Ardi kepada jurnalsukabumi.com, Jumat (9/9/22).
Semenjak Pemerintah menaikan harga BBM, Ardi yang sudah menekuni tiga tahun usahanya tersebut mengalami penurunan penghasilan yang cukup drastis.
“Sebelum BBM naik biasanya sehari kalau lagi rame bisa dapat Rp200 ribu per-hari. Sekarang mah hanya dapat Rp50 ribu belum dipotong modal,” keluhnya.
Senada dengan Ardi, Maman (45) salah satu pedagang makanan asongan juga mengaku alami penurunan penghasilan. “Sama kang, sangat berpengaruh sekali, sekarang kan harga-harga naik, ongkos naik mau ga mau harga dagangan pun saya naikan, tapi yang belinya jarang,” sambungnya.
Reporter: Ruslan AG | Redaktur: Ujang Herlan












