Polisi Buru Penusuk Warga di Nyalindung

Senin, 29 Agustus 2022 - 20:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Polisi terus menindaklanjuti kasus kekerasan yang menyebabkan meninggal dunia seorang pria berinisial W (51) asal Kampung Cibangbara, Desa Neglasari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, baru-baru ini. Karena ditikam hingga tewas bersimbah darah, saat menyaksikan acara hiburan musik Agustusan.

Kapolsek Nyalindung, AKP R Dandan Nugraha Gaos, mengatakan saat ini pihaknya sudah memeriksa beberapa saksi untuk diminta keterangan.

“Ada ya tentu (dugaan tersangka), cuman belum bisa kami sampaikan karena masih dalam tahap penyelidikan. Nanti pada saatnya insyaallah doa kita bersama kasus ini segera terungkap dan pelaku bisa segera tertangkap,” kata Dandan saat ditemui di lokasi kejadian, Senin (29/8/2022).

“Pertama untuk kasusnya sendiri saat ini kami sedang melakukan penyelidikan, sudah memeriksa 10 orang saksi untuk menemukan pelakunya,” sambung Dandan.

Ia menuturkan, peristiwa itu bermula saat korban dengan temannya akan berangkat dari Gegerbitung menuju Kota Sukabumi. Kemudian, saat melewati Kampung Cibangbara, ia berhenti untuk melihat hiburan organ tunggal dalam rangka HUT Kemerdekaan RI.

“Kemudian tak lama korban berselisih dengan satu warga dan terjadi keributan, korban ditemukan oleh warga bersimbah darah,” terang dia.

Dandan menegaskan, acara dangdutan tersebut tak berizin. Pada malam kejadian itu, ia berniat untuk membubarkan kerumunan massa namun terlanjur peristiwa itu terjadi.

“Untuk acara seperti ini, karena kegiatan ini tidak berizin jadi tidak diterbitkan izin keramaian. Sehingga kami pun sebenarnya tadi malam mau membubarkan tapi keburu kejadian,” jelas dia.

Selain melanjutkan proses penyelidikan, tim gabungan dari TNI Polri juga bersiaga di sekitar TKP. Pihaknya pun mengimbau agar warga menyerahkan proses hukum ke kepolisian.

“Kami sudah sampaikan kepada keluarga korban bahwa perkara ditangani pihak kepolisian. Kami imbau ke keluarga korban dan teman-temannya untuk tidak mengambil tindakan sendiri,” pungkasnya.

“Serahkan semua proses hukum ke kepolisian sehingga tidak ada tindak pidana lain yang merugikan berbagai pihak. Untuk di lokasi kami dari Polsek Nyalindung dan dibackup oleh 3 Polsek dari Sagaranten, Purabaya kemudian Gegerbitung, serta Koramil Nyalindung,” tambah dia.

Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

BGN Hentikan Operasional 58 SPPG di Sukabumi, Ini Penyebabnya!
Kejati Jabar Tahan Sekretaris DPRD Indramayu Terkait Korupsi Tunjangan Senilai Rp18,7 Miliar
Babak Baru SPPG Nagrak Utara III, Kuasa Hukum Ungkap Dugaan Permintaan Rp1 Miliar dari YMQI
Viral Adu Jotos di Padepokan Ciracap, Dua Orang Kini Berstatus Tersangka
Siap Hadapi Gugatan, Kuasa Hukum SPPG Nagrak Utara III Bantah Pengalihan Yayasan Sepihak
Dugaan Pengalihan Yayasan Picu Sengketa Dapur MBG Nagrak Utara III, Mutiara Qolbu Tempuh Jalur Hukum
Pengukuran Lahan Eks HGU PT AJA Difasilitasi Polisi, Tokoh Palabuhanratu Lengkapi Bukti Siapkan Gugatan PTUN
Sengketa Lahan Eks HGU PT AJA, Tokoh Palabuhanratu Penuhi Undangan Klarifikasi Polisi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Kejati Jabar Tahan Sekretaris DPRD Indramayu Terkait Korupsi Tunjangan Senilai Rp18,7 Miliar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Babak Baru SPPG Nagrak Utara III, Kuasa Hukum Ungkap Dugaan Permintaan Rp1 Miliar dari YMQI

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:13 WIB

Viral Adu Jotos di Padepokan Ciracap, Dua Orang Kini Berstatus Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Siap Hadapi Gugatan, Kuasa Hukum SPPG Nagrak Utara III Bantah Pengalihan Yayasan Sepihak

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:46 WIB

Dugaan Pengalihan Yayasan Picu Sengketa Dapur MBG Nagrak Utara III, Mutiara Qolbu Tempuh Jalur Hukum

Berita Terbaru