Keuntungan Sistem Mina Padi, Kadistan Kab Sukabumi: Mengurangi Penggunaan Pestisida dan Pupuk Anorganik

Rabu, 13 Juli 2022 - 12:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Thendy Hendrayana, mengatakan sistem pertanian mina padi memiliki sejumlah keunggulan. Beberapa diantaranya mengurangi penggunaan pupuk pestisida dan organik.

Thendy menjelaskan pemeliharaan ikan di pesawahan bisa meningkatkan tingkat kesuburan tanah dan air. Selain itu juga meningkatkan keragaman hasil pertanian dan pendapatan petani.

“Keberadaan ikan di lahan sawah yang ditanami padi memberi sumbangsih besar sebagai pemberi pupuk organik juga pemakan hama yang mungkin merusak tanaman padi,” ujar kata Thendy Hendrayana, Rabu (13/7/2022).

Tidak hanya itu, sistem mina padi berdasarkan hasil penelitian terbukti dapat meningkatkan produksi padi. Disamping itu, sistem itu memberikan hasil ikan yang diperoleh mampu menutup sebagian biaya usaha tani.

“Penerapan sistem itu secara otomatis mengurangi biaya perawatan yang diperlukan. Selain itu, Penanam ikan juga pastinya memakan hama serangga yang ada, tak terkecuali zooplankton dan jenis tumbuhan lainnya,” terangnya.

Terlebih kata Thendy, sistem usaha tani minapadi telah dikembangkan di Indonesia sejak satu abad yang lalu. Selain menyediakan pangan sumber karbohidrat, sistem ini juga menyediakan protein sehingga cukup baik untuk meningkatkan mutu makanan penduduk di pedesaan.

“Dengan teknologi yang tepat, minapadi dapat memberi pendapatan yang cukup tinggi. Sehingga usaha padi lancar, dan budidaya ikan pun lancar,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor

Berita Terkait

Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks
Tegaskan Arahan KDM, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Disidak
Purwasari Diterpa Cuaca Ekstrem, 52 Rumah Rusak dan 9 Pohon Tumbang
Identitas Mayat di Bawah Tol Bocimi Belum Terungkap, Kaos Barong Jadi Petunjuk Utama
30 Persen Saluran Rusak, Petani di Palabuhanratu Hadapi Ancaman Gagal Produksi
Pohon Beringin Puluhan Tahun di SMAN 1 Cicurug Tumbang, 12 Kendaraan Tertimpa
Hujan Angin Kencang Rusak SMPN 2 Cicurug, 8 Ruangan Terdampak
Temuan Mayat di Bawah Tol Bocimi Gegerkan Warga Ciambar

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:12 WIB

Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Tegaskan Arahan KDM, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Disidak

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Purwasari Diterpa Cuaca Ekstrem, 52 Rumah Rusak dan 9 Pohon Tumbang

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Identitas Mayat di Bawah Tol Bocimi Belum Terungkap, Kaos Barong Jadi Petunjuk Utama

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:51 WIB

30 Persen Saluran Rusak, Petani di Palabuhanratu Hadapi Ancaman Gagal Produksi

Berita Terbaru

HEADLINE

Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks

Jumat, 2 Okt 2026 - 14:12 WIB