JURNALSUKABUMI.COM – Beberapa titik kegiatan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jawa Barat yang tersebar di beberapa ruas jalan Kabupaten Sukabumi, menuai reaksi keras sebagian kalangan. Pasalnya, pengerjaan yang menggunakan anggaran cukup besar tersebut dinilai tidak transfaran.
Menurut informasi yang dihimpun Jurnalsukabumi.com, beberapa kegiatan pemeliharaan rutin tersebut diantaranya, tambal sulam dan pembuatan drainase ruas Jalan Jampangtengah – Lengkong – Kiaradua.
Dewan Pimpinan Pusat Koalisi Masyarakat Pengawal Konstitusi (DPP Kompak) menilai, pihak pelaksana kegiatan sudah sepatutnya membuka terhadap publik setiap kegiatan yang sifatnya menggunakan anggaran pemerintah.
“Kan ada SOP pekerjaan, minimal papan proyek juga dipasang lah. Sementara dua titik kegiatan dari Jampangtengah hingga Kiaradua ini tidak dipasang,” tegas Sekretaris DPP Kompak Aris Dermawan kepada jurnalsukabumi.xom, Selasa (03/03/20).
Selain itu kata Aris, anggaran pelaksanaan pembuatan drainase selokan jalan Cikate menju Cikembar juga percis terkesan tertup. Karena, di lokasi tidak terlihat papan proyek yang dipasang juga.
“Kami itu butuh kenyamanan jalan dan kelancaran drainase. Hanya saja, transfaransi keuangan juga buka dong ke publik,” jelasnya.
Dihubungi terpisah, Kepala SUP Cikembar, Asep Juhara melalui pesan WhatsApp membantah jika pihaknya tidak transfaran. Hanya saja, untuk informasi lebih jelas bisa dikomfirmasi langsung kepada kepala seksinya.
“Kalau untuk anggaran pembuatan drainase di beberapa lokasi yang tersebar ini yakni Rp 48.148.700. Sementara, yang lainnya silahkan ditanya saja ke kepala seksinya,” singkatnya.
Reporter: Hendi
Redaktur: Ujang Herlan












