JURNALSUKABUMI.COM – Sejak penggrebekan oleh anggota TNI AD melalui Kodim 0607 Kota Sukabumi, gudang di Parungkuda yang disinyalir menjadi tempat menimbun BBM bersubsidi jenis solar kini terpantau sepi.
Pagar bagian luar digembok dan dibagian pintu gudang dipasangi garis polisi. Tidak ada aktivitas keluar masuk kendaraan maupun pekerja di dalam gudang.
Warga setempat, Asiah (65) yang berdagang tak jauh dari gudang mengatakan, sebelum penggerebekan ia sering melihat aktivitas keluar-masuk kendaraan dari gudang tersebut. Namun dirinya tidak mengetahui gudang tersebut dipakai untuk apa.
“Keluar masuk mobil itu enggak nentu, kadang ada pagi jam 9 atau 10, kadang sore. Kadang avanza yang masuk, boks, sama tangki, cuma enggak tahu itu bawa apa,” jelas Asiah pada Jurnalsukabumi.com, Selasa (28/6/2022).
Mengetahui adanya penggrebekan di gudang tersebut, Asiah mengaku kaget. Ia tidak menyangka jiga gudang yang tak jauh dengan tempat Ia berdagang digunakan untuk aktivitas diduga ilegal.
“Kan sering juga ada yang ngopi pegawainya, ditanya itu gudang apa jawabnya gudang biasa aja. Enggak tahu gudang biasa teh apa,” pungkasnya.
Warga lainnya, M Reinaldi (20), mengatakan sebelumnya sering terlihat mobil keluar masuk gudang pada tengah malam.
“Katanya dipakai tempat nyimpen solar, tapi gatau untuk apa. Sering ada boks sama tangki keluar-masuk dari magrib sampai tengah malam,” ungkapnya
Kodim 0607 Kota Sukabumi menggrebek gudang yang berlokasi di Gudang tersebut berlokasi di Kampung Cipanggulaan, RT 03 Desa Pondokkasolandeuh tersebut.
Petugas mengamankan ribuan liter solar serta sejumlah alat penampungan, juga kendaraan dari gudang itu. Petugas juga mengamankan 7 orang untuk dimintai keterangan.
Reporter: Ifan | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor












