Sensasi Baru, Bubur Ayam Dibakar Kini Hadir di Cibadak

Jumat, 24 Juni 2022 - 11:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Bubur ayam dibakar kini hadir di Kampung Cilengo, Desa Sukasirna, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Salah satu kuliner unik yang kekinian ini tentunya mampu menghipnotis para pemburu kuliner.

Bubur Ayam dibakar menu khas Kedai Angelika 33 milik Ibu Arny (46) ini juga disajikan dengan ragam sayuran bervitamin tinggi dan berkualitas.

“Cara sajiannya cukup dibakar. Isinya, ditambah toppingan seperti jagung, ayam, wortel, ati ampela, telor, kentang dan bumbu khas, hingga tercipta sensasi aroma dan rasa yang beda dari bubur ayam biasanya,” ujar Arny.

Lanjut dia, bubur ayam dibakar ini awal dibuka di Pangkalan Bun, Kalimantan pada tahun lalu. Kini, cabangnya baru ada tiga.

“Pertama dihadirkan di Bali. Menu ini adalah inisiatif suami yang mana cara unik memasak bubur menggunakan panci dari tanah liat,” kata pemilik kedai Angelika 33 Arny kepada Jurnalsukabumi.com.

Masih kata dia, kedainya sendiri buka setiap hari pukul 06.00-20.00 WIB. Dan untuk harga satu porsi bubur ini pun terbilang cukup murah kisaran Rp10 ribu saja. Namun bagi pelanggan yang ingin memakai topping tambahan, seperti salmon atau daging sapi tentu berbeda harga.

Kedai yang baru berdiri pada tanggal 05 Mei 2022 ini pun kian diminati. Kenapa tidak, respon para pelanggannya cukup baik, kebanyakan pelanggan merasakan sensasi makan bubur yang berbeda dari biasanya.

“Kebanyakan sih dari Jakarta yang lewat, responsnya bagus, sampe nyuruh buka cabang juga di Jakarta,” tandasnya.

Reporter: Ifan | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

PENYU Cari Lokasi Ideal, Gadobangkong hingga Citepus Dibidik Jadi Kawasan Baru Mangrove
8 Tahun Padjadjaran Anyar, Dari Nyukcruk Galur hingga Menjaga Warisan Karuhun
Desa Wisata Tegallega Disiapkan Jadi Magnet Baru Pariwisata Sukabumi Selatan
Tantri Kotak Puji Antusias Penonton Geopark Ciletuh, Insiden Pelukan Jadi Pengingat Soal Keamanan
Jangan Bangga dengan UNESCO, Wisata Sukabumi Perlu Sentuhan Nyata
DPRD Dorong Syukuran Nelayan Ciwaru Jadi Penggerak Ekonomi dan Pelestarian Budaya Pesisir Sukabumi
Lihat Laut dari Dalam, Komunitas PENYU Sukabumi Buka Kelas Try Scuba untuk Pemula
447 Tahun Tak Lekang Zaman, Seren Taun Ciptamulya Masih Bertahan di Tengah Modernisasi

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:29 WIB

PENYU Cari Lokasi Ideal, Gadobangkong hingga Citepus Dibidik Jadi Kawasan Baru Mangrove

Senin, 27 Juli 2026 - 18:46 WIB

8 Tahun Padjadjaran Anyar, Dari Nyukcruk Galur hingga Menjaga Warisan Karuhun

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:32 WIB

Desa Wisata Tegallega Disiapkan Jadi Magnet Baru Pariwisata Sukabumi Selatan

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:56 WIB

Tantri Kotak Puji Antusias Penonton Geopark Ciletuh, Insiden Pelukan Jadi Pengingat Soal Keamanan

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:18 WIB

Jangan Bangga dengan UNESCO, Wisata Sukabumi Perlu Sentuhan Nyata

Berita Terbaru