JURNALSUKABUMI.COM – Pembangunan Rumah Sakit Bumi Jayanti di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi dinilai membawa lebih dari sekadar tambahan fasilitas kesehatan bagi masyarakat. Dari perspektif kepemudaan, proyek tersebut juga membuka ruang baru bagi pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus peluang kerja bagi generasi muda.
Sekretaris DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sukabumi, Hadi Azka Nugraha, melihat pembangunan rumah sakit dengan rencana 101 kamar dan fasilitas seperti ICU, NICU, ruang isolasi, ruang BPJS hingga ruang VVIP sebagai perkembangan penting bagi Palabuhanratu dan Sukabumi secara umum.
“Saya, baik secara pribadi maupun mewakili kelembagaan DPD KNPI Kabupaten Sukabumi, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terlaksananya groundbreaking pembangunan Rumah Sakit Bumi Jayanti,” ujar Hadi Azka Nugraha.
“Sebagai pemuda dan bagian dari masyarakat Palabuhanratu khususnya, serta Kabupaten Sukabumi pada umumnya, kami tentu merasa sangat bangga,” sambungnya.
Menurut Hadi, pembangunan infrastruktur kesehatan perlu dibaca dalam konteks yang lebih luas. Kehadiran rumah sakit baru bukan hanya mengenai bertambahnya tempat pelayanan medis, tetapi juga bagaimana investasi tersebut menciptakan ekosistem baru yang memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.
Hadi menekankan bahwa kehadiran investasi di sektor kesehatan, seperti pembangunan RS Bumi Jayanti, merupakan angin segar yang sangat dinantikan oleh warga. Fasilitas ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan mutu pelayanan medis serta derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Di sisi lain, KNPI melihat masuknya investasi sebagai indikator penting dalam membangun iklim ekonomi daerah. Pemerintah daerah dinilai memiliki peran strategis dalam memastikan investasi tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi ikut menciptakan manfaat yang bisa dirasakan masyarakat.
“Di samping itu, langkah ini juga menjadi bukti nyata keberhasilan Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi dalam menciptakan iklim investasi yang ramah dan kondusif bagi para investor,” tambah Hadi.
Bagi kalangan pemuda, dampak ekonomi dari pembangunan tersebut menjadi salah satu hal yang tidak kalah penting. Rumah sakit dengan skala pelayanan yang besar membutuhkan tenaga kerja dan berbagai sektor pendukung, sehingga berpotensi membuka ruang partisipasi bagi masyarakat lokal, termasuk generasi muda.
“Investasi ini tidak hanya akan memperkuat sektor pelayanan kesehatan, tetapi juga diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat lokal,” jelasnya.
Karena itu, pembangunan RS Bumi Jayanti diharapkan tidak hanya dilihat sebagai proyek infrastruktur kesehatan, melainkan bagian dari perkembangan kawasan Palabuhanratu.
Kehadiran fasilitas tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat kualitas pelayanan publik sekaligus memperluas peluang ekonomi masyarakat.
“Semoga seluruh proses pembangunan rumah sakit ini berjalan lancar dan selesai sesuai dengan apa yang kita harapkan bersama,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan











