Karyawan PT Kenlee Indonesia Dipaksa Bayar Iuran di Luar Ketentuan

Minggu, 29 Mei 2022 - 21:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Sejumlah karyawan PT Kenlee Indonesia di Kecamatan Parungkuda Kabupaten Sukabumi, mengeluh lantaran diduga dipaksa membayarkan sejumlah uang dengan nominal yang bervariatif, Minggu (29/05/22).

Menurut salah satu karyawati yang tidak disebutkan namanya mengaku, jika dirinya dimintai sejumlah uang oleh oknum leader dari perusahaan tersebut.

“Saya sama karyawan lain diwajibkan membayar uang sebesar Rp 2000 dan Rp 5000 untuk keperluan penanganan karyawan yang sakit, tapi kalau saya tidak bayar hari ini, besoknya saya ditagih lagi sampai dibayar,” ujarnya.

Lanjut dia, yang cukup miris, waktu bulan puasa yang lalu, dia mengaku dimintai uang dengan nominal yang sama setiap hari selama ramadan,” bebernya.

Tidak hanya itu dirinya mengaku jika selama bekerja di perusahaan tersebut para karyawan banyak mengeluh lantaran pembayaran uang lembur tidak sesuai dengan jam kerja yang berlaku.

“Kami masuk jam 07.00 WIB dan pulang pukul 20.00 WIB tapi lembur kita cuma dibayar sampai jam 17.00 WIB, nah tiga jam lebihnya, itu kita enggak dibayar,” jelasnya.

Selain itu berdasarkan informasi yang dihimpun, para karyawan dipaksa bekerja pada saat libur nasional dan hanya di bayar hingga pukul 12.00 WIB.

Sementara itu, Herman, HRD PT Kenlee Indonesia saat dikonfirmasi terkait persoalan tersebut, menyangkal adanya pungutan liar dan mengatakan pembayaran uang lembur sudah sesuai.

“Tidak ada pungli di perusahaan kami, cuma kemarin memang ada iuran untuk Badan Amil Zakat (BAZ), mungkin itu. Untuk pembayaran uang lembur sepertinya sudah sesuai,” tandasnya.

Reporter: Ardi Yakub | Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan
Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 
Pickup Bermuatan Kelapa Terguling dan Berbalik Arah di Tanjakan Buniwagi Palabuhanratu
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Disandingkan dengan Foto Orang Hilang, Akhirnya Misteri Kerangka di Sagaranten Terungkap
Mengaku Bernama Yayan Asal Citepus, Kakek Ini Masih Dirawat di Griya Lansia Nagrak

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:53 WIB

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:30 WIB

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:39 WIB

Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:38 WIB

Pickup Bermuatan Kelapa Terguling dan Berbalik Arah di Tanjakan Buniwagi Palabuhanratu

Berita Terbaru