Wisata Gua Lalay Palabuhanratu Patut Dikunjungi, Ini kata Kadispar!

Sabtu, 19 Maret 2022 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Banyak kawasan objek wisata mulai dari pantai, gunung, rimba, laut, pantai hingga sungai, sehingga selalu menjadi buruan wisatawan dari berbagai wilayah baik lokal maupun manca negara saat libur panjang ataupun libur akhir pekan ke Sukabumi.

Salah satu objek wisata yang layak dikunjungi, yakni Gua Lalay yang berlokasi di Kampung Cipatuguran, Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Kawasan objek wisata gua lalay ini menyuguhkan pemandangan keindahan yang berbeda dari objek wisata lainnya. Di sini, wisatawan bisa melihat keindahan tumpukan batu karang yang membentuk gua serta bisa menyaksikan jutaan kelelawar yang menghuni gua.

Untuk sampai ke kawasan objek wisata Gua Lalay dari pusat kota Palabuhanratu dibutuhkan waktu sekitar 5 hingga 10 menit atau sekitar 3 Km jarak yang ditempuh dari Pasar Semi Modern Palabuhanratu.

“Kabupaten Sukabumi tidak hanya menyuguhkan pesona pantai dan air terjun, kami pun memiliki keindahan alam yang bisa dijelajahi. Salah satunya adalah Gua Lalay atau kelelawar yang berada di Patuguran,” ujar Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi, Sigit Widarmadi kepada jurnalsukabumi.com, Sabtu (19/3/2022).

Gua Lalay sendiri, kata Sigit, sudah ada sejak kolonial Belanda, bahkan keterangan warga gua itu sudah ada dari tahun 1918. Konon katanya, Sebuah kunjungan ilmiah pernah dilakukan di lokasi gua ini, tepatnya 7 November 1937, oleh seorang ilmuwan Belanda, dalam kunjungan ilmiah waktu itu lebih banyak mengupas tentang vegetasi atau mengenal kumpulan dari beberapa jenis tumbuhan yang tumbuh bersama-sama di sekitar kawasan tersebut.

Sementara itu, Hendrik (45) Warga sekitar menambahkan, biasanya rombongan kelelawar mulai keluar dari dalam gua menjelang malam sekitar pukul 16.30 WIB dan 17.00 WIB tergantung cuaca.

“Pokoknya indah lah saat melihat jutaan kelelawar ini keluar, karena seperti di waktu, misal satu rombongan keluar terbang, nah sekitar 20 menit kemudian muncul lagi, begitu seterusnya sampai jelang malam,” terang Hendrik.

Bagi pengunjung yang datang ke obyek wisata Gua Lalay menjelang malam tidak perlu akan ketinggalan ibadah, karena di sini sudah dilengkapi fasilitas area parkir, mushola dan MCK serta warung warung makanan ringan ataupun seafood.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Ombak Cimaja Pikat Peselancar Internasional, Wabup Bidik Efek Domino Pariwisata
Bukan Sekadar Tempat Nongkrong, Bukit Panenjoan Tenjojaya Kini Jadi Penggerak UMKM Warga
Tepis Isu Kamar 308 Tempat Berburu Mustika, Samudra Beach Hotel Bongkar Fakta Tak Terduga 
Kamar 308 Samudra Beach Tak Hanya Dikunjungi, Kini Disebut Jadi Lokasi Berburu Mustika
Wisata Sukabumi Tak Perlu Gedung Mewah, Wabup Andreas: Rawat Alam, Budaya, dan Kebersihan
Dispar Berlakukan Tarif Parkir Per Jam di Pantai Selatan Sukabumi
PENYU Cari Lokasi Ideal, Gadobangkong hingga Citepus Dibidik Jadi Kawasan Baru Mangrove
8 Tahun Padjadjaran Anyar, Dari Nyukcruk Galur hingga Menjaga Warisan Karuhun

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:33 WIB

Ombak Cimaja Pikat Peselancar Internasional, Wabup Bidik Efek Domino Pariwisata

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:44 WIB

Bukan Sekadar Tempat Nongkrong, Bukit Panenjoan Tenjojaya Kini Jadi Penggerak UMKM Warga

Kamis, 6 Agustus 2026 - 10:25 WIB

Tepis Isu Kamar 308 Tempat Berburu Mustika, Samudra Beach Hotel Bongkar Fakta Tak Terduga 

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:52 WIB

Kamar 308 Samudra Beach Tak Hanya Dikunjungi, Kini Disebut Jadi Lokasi Berburu Mustika

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:33 WIB

Wisata Sukabumi Tak Perlu Gedung Mewah, Wabup Andreas: Rawat Alam, Budaya, dan Kebersihan

Berita Terbaru