Kabid PIAK: Adminduk Rubah dari Server Terdistribusi ke Server Terpusat

Jumat, 18 Maret 2022 - 19:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM
Terdapat 12.kabupaten / kota di Jawa Barat, Kamis (17/3/22), secara serentak melakukan cut off kegiatan Adminduk kecuali pelayanan pendaftaran. Karena sekarang tengah migrasi ke Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), secara terpusat.

Hal itu disampaikan Kabid Pengolahan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK), Dodi Suhandi, kepada jurnalsukabumi.com, Jumat (18/3/22).

“Kan yang digunakan sekarang ini adalah SIAK yang terdistribusi. SIAK terdistribusi itu, ketika operator menginput data, menyimpannya ke server kita,” kata Dodi.

Lanjut dia, ketika banyaknya persoalan yang dihadapi sebelumnya karena data yang tidak bisa diakses oleh bidang perbankan, maka merubah SIAK terdistribusi menjadi SIAK terpusat.

“Mudah-mudahan dengan SIAK terpusat ini, hal.yang dialami masyarakat itu, sudah terjawab tidak perlu dikonsolidasi ini itu tapi sudah harus dikomunikasikan antara server SIAK dan server  warehouse. Karena server warehouse ini yang digunakan lembaga pengguna,” kata Dodi.

Alhasil kata dia, ketika ada perubahan pasti ada sesuatu yang diperbaiki. Kamis kemarin ujarnya, semuanya sudah rampung tapi perlu diuji coba dulu. Tim kerja harus beradaptasi dulu, karena baru menggunakan aplikasi yang kurang familiar.

“Baru saja, saya mengujicobakan aplikasi baru ini ke kecamatan-kecamatan, UPTD-UPTD. Saya harus berkeliling untuk mengontrol instalasi dan aplikasi yang baru,” terangnya.

Kelemahan SIAK terdistribusi itu, jika tidak online dinas harus mengirim konsolidasi manual. Semoga dengan konfigurasi seperti ini, segala persoalan Adminduk dapat terselesaian, tambahnya.

Namun kelebihan dengan menggunakan aplikasi SIAK terpusat,  akan meminimalisir terjadinya data ganda. Karena servernya tidak lagi ada di kabupaten dan kota tapi ada dalam pengawasan dan kewenangan pusat,” tandasnya.

Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

Saka Pramuka Anti Narkoba Resmi Dilantik, Kwarcab Sukabumi Perkuat Gerakan Generasi Bersinar
Bukan Demo, Aliansi Peduli MBG Sukabumi Raya Gelar Aksi Damai dan Istighosah di Lapang Merdeka
MBG Bukan Sekadar Makan Gratis, SPPG Balekambang 2 Sebut Ini Investasi Gizi Generasi Masa Depan
Peduli MBG, Ribuan Warga Sukabumi Gelar Doa Bersama
Disnakertrans Sukabumi Pastikan Layanan Kartu Kuning Tetap Berjalan Meski ASN WFH
DPPKB Kabupaten Sukabumi Kejar 6.810 Akseptor, KB Pasca Persalinan Jadi Andalan Pengendalian Penduduk
BPR Sukabumi Terus Berinovasi, SIMPEN Jadi Jembatan Layanan Perbankan yang Lebih Mudah
Ribuan Massa Aliansi Masyarakat Peduli MBG Bakal “Putihkan” Sukabumi dengan Aksi Damai dan Istighosah

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:43 WIB

Saka Pramuka Anti Narkoba Resmi Dilantik, Kwarcab Sukabumi Perkuat Gerakan Generasi Bersinar

Kamis, 25 Juni 2026 - 00:33 WIB

Bukan Demo, Aliansi Peduli MBG Sukabumi Raya Gelar Aksi Damai dan Istighosah di Lapang Merdeka

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:10 WIB

MBG Bukan Sekadar Makan Gratis, SPPG Balekambang 2 Sebut Ini Investasi Gizi Generasi Masa Depan

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:58 WIB

Peduli MBG, Ribuan Warga Sukabumi Gelar Doa Bersama

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:55 WIB

Disnakertrans Sukabumi Pastikan Layanan Kartu Kuning Tetap Berjalan Meski ASN WFH

Berita Terbaru