JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi menargetkan 6.810 akseptor dalam program Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Serentak yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-75 tahun 2026.
Program yang berlangsung sejak 30 April 2026 tersebut menempatkan layanan KB Pasca Persalinan (KBPP) sebagai fokus utama. Dari total target yang ditetapkan, sebanyak 4.126 akseptor berasal dari KBPP, sementara 2.684 lainnya merupakan akseptor non-KBPP.
Kepala DPPKB Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang, mengatakan strategi ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga sejak masa pasca melahirkan.
“KB Pasca Persalinan menjadi salah satu langkah efektif untuk menjaga kesehatan ibu dan anak sekaligus mendukung perencanaan keluarga yang lebih baik,” ujarnya.
Pelayanan serentak yang dilaksanakan bekerja sama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) tersebut dipusatkan di TPMB Bidan Elma, Kecamatan Cicantayan sebagai lokasi launching tingkat kabupaten.
DPPKB juga memberikan perhatian khusus terhadap penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yang dinilai lebih efektif dalam mendukung pengendalian penduduk. Untuk kategori KBPP, target MKJP dan non-MKJP masing-masing ditetapkan sebanyak 2.063 akseptor.
Sementara pada kategori non-KBPP, target MKJP sebanyak 194 akseptor dan non-MKJP sebanyak 2.490 akseptor.
April 2026, capaian awal Kabupaten Sukabumi tercatat sebanyak 314 akseptor atau sekitar 4,61 persen dari target. Angka tersebut berada di atas rata-rata capaian Jawa Barat yang baru mencapai 2,88 persen.
Eka optimistis target yang ditetapkan dapat tercapai mengingat pelayanan masih berlangsung dan didukung penuh oleh para bidan yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi.
“Dukungan bidan sangat penting karena mereka menjadi ujung tombak pelayanan KB di masyarakat. Kami optimistis partisipasi masyarakat akan terus meningkat hingga akhir pelaksanaan program,” pungkasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












