Dinkes ungkap Alasan Kabupaten Sukabumi Masih Berstatus PPKM Level 3

Selasa, 16 November 2021 - 22:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Pejabat dinas kesehatan mengungkap alasan mengapa Kabupaten Sukabumi masih berstatus PPKM level. Salah satu penyebabnya adalah masalah pendataan peserta vaksinasi covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi melalui Koordinator Bidang data Penanganan Kesehatan Covid-19, Andi Rahman tidak memungkiri bahwa penetapan status PPKM ini sedikit mengecewakan. Ia mengakatan, seharusnya Kabupaten Sukabumi bisa ditetapkan di level 1.

“Dari beberapa variabel penentu status PPKM, seharusnya Kabupaten Sukabumi di level 1. Bukan level 2 atau 3,” kata Andi kepada jurnalsukabumi, Selasa (16/11/2021).

Andi menjelaskan beberapa indikator penentu status PPKM. Empat diantaranya terkait pemaparan kasus aktif baru, kasus kesembuhan, kasus kematian, dan kapasitas respon untuk penanganan.

“Seharusnya zona hijau, aman. Bahkan hari ini tidak ada yang dirawat karena covid-19. Hanya ada lima orang yang isoman, itu pun dua diantaranya enggak di Kabupaten Sukabumi. Cuman secara pendataan masuk ke Kabupaten Sukabumi,” tuturnya.

Yang jadi masalah, lanjut Andi, adalah dalam hal pendataan vaksinasi. Pencapaian jumlah peserta vaksinasi Kabupaten Sukabumi, di angka 55 persen, belum memenuhi syarat untuk keluar dari level 3.

“Di dashboard aplikasi Komite Penanganan Covid-19 Nasional (KCPN), pencapaian kita di angka 56,93, artinya kurang dari tiga persen untuk di posisi level 2. Tapi di data manual Kabupaten Sukabumi sudah hampir 55 persen,” jelasnya.

Namun, data pencapaian tersebut nampaknya bukan jumlah sebenarnya. Hal tersebut karena banyak warga asal Kabupaten Sukabumi yang ikut vaksinasi dengan institusi-instusi lain.

Ini mengakibatkan pendataan vaksinasi tidak masuk ke Kabupaten Sukabumi. Apalagi pendataan vaksinasi tidak dilihat berdasarkan NIK, tapi dari fasilitas kesehatan (Faskes) atau lokasi dan institusi penggerak program pemberian vaksinasi.

“Kami pernah menemukan kasus gini. Data di dashboar tercantum peserta vaksinasi hanya 3.500 padahal setiap hari saja saat itu tidak kurang dari 9.000 vaksinasi. Setelah ditelusuri, ternyata giat vaksinasi yang dilakukan TNI dan Polresta datanya masuk ke Kota Sukabumi,” kata Andi.

“Yang sudah ditemukan saat itu sebanyak 53 ribu yang TNI Polri pada tanggal (20/10/2021) dan Polresta 35 ribu. Belum lagi warga Kabupaten Sukabumi yang berdekatan dengan gedung juang 45,” ucapnya.

Reporter: Azis Ramdhani | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

BPBD Sukabumi Siapkan Mahasiswa IPB Jadi Perpanjangan Tangan Edukasi Kebencanaan di Sekolah
RSUD Sekarwangi Kini Punya Cath Lab, Pasien Serangan Jantung Tak Lagi Harus Dirujuk ke Luar Sukabumi
Grundfos Foundation Bersama Wafaa Indonesia Resmikan Fasilitas Air Bersih dan Air Minum di Sukabumi
Enam PNS Pemkab Sukabumi Kena Sanksi Berat, Lima Dipecat dan Satu Demosi
Rakor Evaluasi MTA, Ade Suryaman: Pembinaan Mental dan Spiritual ASN Harus Menjadi Prioritas
Dinas Perikanan Ungkap Rumpon Jadi Persoalan Baru Nelayan Sukabumi, Perizinan Dinilai Terlalu Rumit
Dua Institusi Bersinergi, Kapolres Sukabumi Kota Sambangi Makodim 0607
Siapa Sangka! Bangunan yang Tampak Kumuh Ini Ternyata Dapur MBG, Warga Mengaku Terkejut

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:42 WIB

BPBD Sukabumi Siapkan Mahasiswa IPB Jadi Perpanjangan Tangan Edukasi Kebencanaan di Sekolah

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:52 WIB

Grundfos Foundation Bersama Wafaa Indonesia Resmikan Fasilitas Air Bersih dan Air Minum di Sukabumi

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:38 WIB

Enam PNS Pemkab Sukabumi Kena Sanksi Berat, Lima Dipecat dan Satu Demosi

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:05 WIB

Rakor Evaluasi MTA, Ade Suryaman: Pembinaan Mental dan Spiritual ASN Harus Menjadi Prioritas

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:46 WIB

Dinas Perikanan Ungkap Rumpon Jadi Persoalan Baru Nelayan Sukabumi, Perizinan Dinilai Terlalu Rumit

Berita Terbaru