Seorang Penambang Liar Tewas Tertimbun Tanah di Lengkong Sukabumi

Kamis, 28 Oktober 2021 - 12:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Seorang penambang emas liar berinisial DE (52) ditemukan tewas tertimbun tanah di areal lahan perkebunan PT. Jaya Sindo Agung, tepatnya di wilayah Leuwi Karang tepatnya di Kampung Pasir Banban, RT. 23/07, Desa Tegallega, Kecamatan Lengkong, Kamis (28/10/2021).

PLH Camat Lengkong, Usep Supelita mengatakan, korban diketahui asal warga Kampung Pasir Bangban, RT. 07/23, Desa Tegallega, Kecamatan Lengkong, saat menggali lobang galian emas sekira pukul 10.00 WIB.

“Kita sudah laporkan juga kepada pimpinan dan sekarang kita lagi rapat internal dulu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Lengkong,” kata Usep kepada Jurnalsukabumi.com.

Ia menjelaskan, peristiwa tragis tersebut diketahui saat korban melakukan penambangan bersama tiga temannya berinisial HU, UN dan HN. Sekira pukul 07.00 WIB, korban bersama UN langsung masuk ke dalam lobang. Sedangkan, HN dan HU berada di atas untuk bergantian menggali.

“Jadi sewaktu korban sedang menggali lobang di terowongan sedalam 3 meter dengan dibantu oleh UN, tepatnya di belakang korban tiba-tiba tanah dari dalam lobang ambruk dan menimpa korban yang berada di depan UN sekira pukul 10.00 WIB,” jelasnya.

Masih kata Usep, teman korban berinisial UN langsung berteriak meminta tolong ke temannya yang berada di atas lobang. Namun saat itu tidak berhasil mengangkat korban dari timbunan tanah. Kemudian HU sontak berteriak meminta tolong ke arah petani yang sedang memanen singkong untuk meminta bantuan.

“Tidak lama setelah itu, korban dapat dievakuasi dalam keadaan sudah tidak sadar dan langsung dibawa ke perkampungan hingga ke Puskesmas Lengkong dengan menggunakan mobil ambulans. Hasil pemeriksaan secara medis dinyatakan bahwa, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” paparnya.

Menurut Usep, di areal Perkebunan PT. Jaya Sindo Agung yang berbatasan dengan Perkebunan Nagawarna tersebut memang sering kali dilakukan penambangan emas secara illegal.bLantaran, diyakini oleh para penambang bahwa di areal tersebut mengandung bahan material emas.

“Selain itu, di areal perkebunan tersebut saat ini sudah tidak produktif. Bahkan hampir 70 persen luas lahan dari areal perkebunan itu digunakan oleh warga setempat untuk bertani,” ulasnya.

Bukan hanya itu, terjadinya pencemaran sungai dikarenakan para penambang emas liar membawa bahan material tanah dari dalam lobang dan dibawa ke sungai untuk didulang. Sehingga sungai menjadi keruh dan dangkal yang dapat mengakibatkan air sungai tidak dapat digunakan oleh warga untuk mengairi sawah ataupun digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kami bersama unsur Forkopincam Lengkong sudah dan selalu melaksanakan imbauan kepada warga agar lobang tambang emas liar tersebut ditimbun kembali dan diimbau juga agar warga tidak melakukan penambangan emas liar kembali agar tidak terjadi korban jiwa kembali,” imbuhnya.

Lebih lanjut Usep menjelaskan, di areal tambang emas liar tepatnya di kawasan Leuwi Karang tersebut, terdapat dua lubang emas liar yang di kelola oleh korban bersama tiga orang temannya yang sudah dikerjakan sejak tiga hari yang lalu dengan cara membuat lubang ukuran 1×1 meter.

“Kemudian digali sedalam sumuran empat meter dan menerawang sedalam tiga meter. Setelah itu, penambang mengambil bahan material tanah yang diniali memiliki kandungan emas. Selanjutnya tanah tersebut didulang di sungai,” ujarnya.

Pembuatan lobang tambang emas liar tersebut, sambung Usep, dilakukan dengan cara tidak menggunakan pemodal, melainkan korban bekerja bersama dengan tiga orang temannya.

“Apabila mendapat hasil dari penambangan tersebut, maka di bagi rata dengan empat orang penambang, termasuk korban salah satunya,” imbuhnya.

Dirinya mengaku, bahwa pada Juni 2021 ia bersama unsur Forkopimcam Lengkong telah melakukan himbauan dan memasang bender pelarangan penambangan emas illegal terhadap para penambang emas liar yang berada di areal Perkebunan Nagawarna dan Perkebunan PT Jaya Sindo Agung.

“Hal ini, sengaja dilakukan agar warga tidak melakukan penambangan emas liar secara illegal,” tandasnya.

Reporter: Azis Ramdhani | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

LSM Gapura Desak Kejari Periksa Proyek Air Minum ‘Bobrok’ di Caringin
Banjir Luapan Sungai Rendam 20 Rumah di Cibadak
Longsor di Sukalarang Sukabumi, Satu Warga Meninggal Dunia
Bupati Sukabumi dan Penasihat Presiden Resmikan Huntap untuk Korban Bencana
Polusi Debu Proyek Tol Bocimi Seksi 3 Menghantui Warga Karangtengah Sukabumi
Gus Uha Jawab Isu Mangkrak Proyek Gedung MUI Cikembar Rp 3 Miliar, Hingga Soal Segel Kontraktor Paving Blok
Satnarkoba Polres Sukabumi Kota Tangkap 47 Orang Pengedar Sabu
Wujudkan Harapan Warga, Danrem 061/SK Letakkan Batu Pertama Jembatan Perintis Garuda di Sukabumi

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 13:05 WIB

LSM Gapura Desak Kejari Periksa Proyek Air Minum ‘Bobrok’ di Caringin

Sabtu, 18 April 2026 - 20:57 WIB

Banjir Luapan Sungai Rendam 20 Rumah di Cibadak

Kamis, 16 April 2026 - 20:39 WIB

Longsor di Sukalarang Sukabumi, Satu Warga Meninggal Dunia

Kamis, 16 April 2026 - 15:04 WIB

Bupati Sukabumi dan Penasihat Presiden Resmikan Huntap untuk Korban Bencana

Senin, 13 April 2026 - 17:40 WIB

Polusi Debu Proyek Tol Bocimi Seksi 3 Menghantui Warga Karangtengah Sukabumi

Berita Terbaru

HEADLINE

Banjir Luapan Sungai Rendam 20 Rumah di Cibadak

Sabtu, 18 Apr 2026 - 20:57 WIB

EKBIS

Tahara BPR Sukabumi Cicurug Tetap Jadi Primadona

Sabtu, 18 Apr 2026 - 19:17 WIB

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777