JURNALSUKABUMI.COM – Apa yang harus dilakukan jika seseorang sudah tidak bergigi ?, jawaban yang paling cepat terbesit di pikiran kita adalah memasang gigi palsu. Apa sebenarnya gigi palsu itu ?.
Dikalangan kedokteran gigi, gigi palsu yang dimasuk diatas adalah gigi tiruan lepasan dan gigi tiruan cekat. Gigi tiruan lepasan terdiri dari gigi tiruan lepasan sebagian yang pada umumnya terdapat kawat pada gigi tiruan lepasan sebagian tersebut, disamping itu terdapat juga gigi tiruan lepasan lengkap, yang dipakai oleh orang yang sudah sama sekali tidak bergigi.
Gigi tiruan lepasan ini di kalangan kedokteran gigi disebut dengan “denture”, Sedangkan untuk gigi tiruan cekat adalah yang biasa disebut sebagai “crown” atau “crown and bridge” dalam dunia kedokteran gigi. Biasa dikalangan masyarakat umum di sebut sebagai selongsong, selubung atau gigi yang di sarung, dimana gigi tiruan tersebut melekat pada gigi bagian gigi yang masih ada.
Jika dilihat dari bahan nya, gigi tiruan lepasan saat ini dapat dibuat dari tiga bahan yang berbeda, yaitu dental acrylic dengan methyl methacrylate monomer atau sejenisnya, atau teknologi yang lebih maju adalah dengan menggunakan bahan fleksibel atau dikalangan kedokteran gigi disebut monomer-free thermoplastic dental resin atau sejenisnya, disamping itu ada juga gabungan antara metal dengan dental acrylic.
Ada perbedaan yang sangat menyolok dari ketiga bahan ini, yaitu elastisitas gigi palsu lepasan. Jika gigi tiruan lepasan dibuat dengan dental acrylic, maka gigi tiruan lepasan tersebut tidak fleksibel dan kadang kala diperkuat oleh kawat stainless steel sebagai pegangan ke gigi penyangga, namun pada gigi tiruan lepasan yang menggunakan monomer-free thermoplastic dental resin, tidak terdapat kawat stainless steel, digantikan dengan bahan monomer-free thermoplastic dental resin itu sendiri, sehingga untuk masalah estetik dapat sedikit teratasi, disamping itu bahan monomer-free dental resin ini menjadi awet dipakainya karena fleksibilitas nya yang cukup baik, sehingga kasus gigi tiruan lepasan yang patah dapat dikurangi.
Untuk bahan yang menggunakan metal dengan dental acrylic, ada sedikit kesamaan dengan bahan dental acrylic, kelenturan nya tidak ada sama sekali, cengkram yang digunakan menggunakan bahan metal yang sudah di casting (cor). Tapi semua bahan diatas mempunyai kekurangan dan kelebihan nya masing massing.

Untuk gigi tiruan cekat, bahan yang di gunakan juga beragam, mulai dari metal, porcelain yang dilekatkan di metal, istilah di kedokteran gigi sebagai pfm (porcelain fused to metal), komposit dan bahan yang terbaru adalah menggunakan zirconia, biasa juga disebut sebagai “ceramic steel”.

Jadi sebenarnya gigi tiruan lepasan atau cekat yang biasa dikalangan masyarakat luas disebut sebagai gigi palsu sebenarnya banyak jenis dan ragam nya, yang menjadi pertimbangan adalah harga, kenyamanan dan proses perawatannya hingga pada saat menggunakannya.
Perkembangan teknologi di kedokteran gigi makin hari makin berkembang, seperti hal nya penanganan kekurangan dari gigi tiruan lepasan sebagian dan lengkap, baik dari segi kecekatan dan estetis, sekarang sudah bisa di kurangi dengan bantuan teknologi implan gigi. Implan gigi ini yang bertugas menjadi penjangkaran terhadap gigi tiruan lepasan atau pun lengkap yang kurang memadai dari segi estetis dan kecekatannya.
Semua ragam perawatan yang ada untuk mendapatkan gigi palsu yang nyaman di pakai, dapat dilakukan oleh kerja sama dokter gigi melalui kompetensi dan kompetensi tambahan nya masing masing. Semua bahan yang ada saat ini juga sudah sangat mempermudah untuk mendapatkan gigi palsu yang nyaman, sehingga sudah saat nya untuk masyarakat mendapatkan gigi tiruan yang nyaman saat ini, hanya tinggal mengikuti semua proses yang di anjurkan oleh dokter gigi.
Jagalah selalu kesehatan gigi dan mulut, untuk meningkatkan kesehatan kita pada umum nya, karena gerbang awal semua makanan dan minuman bermula dari mulut gigi kita yang sehat.
Terapkan selalu Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak dilengkapi dengan Menjauhi kerumunan dan Mengurangi mobiltas untuk mengurangi penyebaran Covid-19.
Salam Sehat. (ADV)












