DKP Gelar FGD Bahas Penyusunan Panduan Pedoman Glass Eel 

Kamis, 16 September 2021 - 19:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sukabumi, menggelar Focus Group Discission (FGD) membahas tentang penyusunan panduan pedoman penangkapan dan penanganan sidat (Glass Ell) serta tata cara restocking.

Acara berlangsung di Aula Dinas Kelautan dan Perikanan di Cimaja, Cisolok, Palabuhanratu, Kamis (16/9/21).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Badan Pengelolaan Sumberdaya Ikan KKP, Balai Riset dan Inovasi Nasional dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat.

Tidak ketinggalan para nelayan dan pengepul tampak hadir mengikuti acara tersebut. Mereka menyimak secara seksama dari para pemateri yang membahas peluang pengembangan usaha ke depan.

Demikian disampaikam Kepala Seksi Teknologi Penangkapan Ikan, Susanti Maryam kepada jurnalsukabumi.com lewat aplikasi pesan WhatsApp.

Materi yang dibahas dalam kegiatan tersebut seputar tatacara penangkapan sidat yang ramah lingkungan. Jenis alat yang tangkap yang digunakan harus sesuai dengan Peraturan Menteri KKP Nomor 18 Tahun 2021.

Masih kata dia, dalam kesempatan itu juga membahas penanganan glass eel oleh pengepul, serta pendataan sidat.

“Alat tangkap yang diperbolehkan menurut aturan adalah pancing, jaring dan bubu. Sementara yang dilarang digunakan adalan menggunakan seterum, racun dan bom ikan,” jelas Susanti.

Proses penangkapan sidat sesuai peraturan yang berlaku lanjut dia, agar pengelolaan perikanan sidat di Kabupaten Sukabumi dapat berjalan dengan baik serta berkelanjutan. Berdasarkan data yang dimiliki DKP, jumlah nelayan dan pengepul sidat berjumlah sekitar 764 orang.

“Selama masa pandemi saat ini banyak nelayan dan pengepul yang harus beralih pekerjaan menjadi buruh tani. Karena pasar glass ell sementara harus menutup lapak usahanya. Sehingga tidak ada lagi yang membeli bibit sifat ke petani. Secara umum, kondisi sulit yang pelaku usaha sidat belum sepenuhnya pulih,” tandasnya.

Reporter: Usep Mulyana | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

KONI Kota Sukabumi Pantang Menyerah, Atlet Tetap Diberangkatkan ke Porprov Meski Anggaran Tak Pasti
DPPKB: Kampung KB Desa Kalibunder Jadi Pusat Perubahan
APPMBGI Sukabumi Tegaskan Temuan MBG Bukan Kegagalan, Tapi Proses Pembenahan Sistem
Pisah Sambut Dandim 0607, Wabup Sukabumi Perkuat Sinergi TNI dan Pemda
PEPABRI Kota Sukabumi Gaungkan Semangat Persatuan di Momen HUT PERIP
Dukung PSN Tol Bocimi Seksi 3, Sinergi CV Alfarizky dan Warga Gunungguruh Tuai Apresiasi
Spirit Palabuhanratu: Mengawal MBG sebagai Jalan Kedaulatan Ekonomi dan Investasi Langit Sukabumi
Sulap Pekarangan Jadi Sumber Pangan, Sukabumi Factory Ajari Warga Bertani

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:23 WIB

KONI Kota Sukabumi Pantang Menyerah, Atlet Tetap Diberangkatkan ke Porprov Meski Anggaran Tak Pasti

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:50 WIB

APPMBGI Sukabumi Tegaskan Temuan MBG Bukan Kegagalan, Tapi Proses Pembenahan Sistem

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:06 WIB

Pisah Sambut Dandim 0607, Wabup Sukabumi Perkuat Sinergi TNI dan Pemda

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:33 WIB

PEPABRI Kota Sukabumi Gaungkan Semangat Persatuan di Momen HUT PERIP

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:50 WIB

Dukung PSN Tol Bocimi Seksi 3, Sinergi CV Alfarizky dan Warga Gunungguruh Tuai Apresiasi

Berita Terbaru

OPINI

Pelemahan Rupiah dan Mendesaknya Penetapan RUU Migas

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:57 WIB