JURNALSUKABUMI.COM – Satu keranjang berisi keripik digendong Febrian Solihin di alun-alun Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Senin, (23/8/2021). Dengan sabar pelajar kelas 5 SD itu mencari dan menunggu pembeli dengan harapan makanan itu habis terjual.
Ketika tak ada pembeli di tempat itu, Febrian akan berkeliling atau menunggu di depan kafe-kafe di kawasan tersebut. Ia menjajakan keripik yang dibuat tetangganya. Kegiatan berjualan keripik itu dilakukan anak berusia 10 tahun itu sejak awal pandemi.
Menurut Febrian, harga satu bungkus keripik yang dijualnya itu Rp 6 ribu dan setiap hari dia membawa 20 bungkus keripik. Setiap sore dia berangkat berjualan dari rumahnya di Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi dan pulang pada malam hari.
“Saya tiap hari jalan kaki dari rumah untuk jualan,” ujarnya kepada jurnalsukabumi.com
Kendati Senin sore, dagangannya masih banyak namun Febrian tak mengeluh. Menurut dia, uang yang didapat dari jualan itu dipakai untuk jajan, sehingga tak harus meminta ke orang tuanya.
“Saya jualan keripik ini buat bantu orang tua dan lumayan saya bisa jajan pakai uang sendiri,” tandasnya.
Reporter : Ardi Yakub | Redaktur : Mohammad Noor












