JURNALSUKABUMI.COM – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Pemuda Tani Indonesia (DPC PTI) Sukabumi Hasbi Abdullah meminta pemerintah turut serta memperhatikan nasib petani.
Sebab, di tengah Pandemi Covid-19 dan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang diberlakukan sejak 3 Juli 2021 lalu hingga kini sangat berdampak pula bagi pelaku pertanian.
“Seharusnya pemerintah mempunyai peran untuk memperhatikan situasi dan kondisi pertanian, lantaran Pemkab Sukabumi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) akan memfokuskan untuk sektor Pariwisata dan Petanian,” kata Hasbi Kepada wartawan Minggu (31/07/2021).
Meskipun demikian sambung dia, rencana yang sudah termaktub dalam RPJMD jangan hanya menjadi jargong belaka, kondisi saat ini petani sedang menjerit dan butuh langkah konkret untuk menjawab persoalan baik harga yang menurun, distribusi yang sulit dan lain sebagainya.
“Terlebih dengan dibuatnya Perumda baru yakni Agrobisnis di Kabupaten Sukabumi harus bisa menjawab persoalan tersebut yang dihadapi oleh para petani,” jelasnya.
Hasbi juga menegaskan bahwa peran Dinas pertanian dan Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Sukabumi juga diminta segera memberikan solusi lain.
“Alasan keluhan petani ini salah satunya distribusi pemasaran hasil panen yang terhambat. Sehingga, harga sayuran pun kian anjlok. Ya, minimal pemerintah harus mampu memberikan solusi ini,” tandasnya.
Reporter: Azis Ramdhani | Redaktur: Ujang Herlan












