Merasa Dipersulit, Warga Keluhkan Pencairan Bantuan UMKM PNM Mekaar di BNI KCP Palabuhanratu

Sabtu, 24 April 2021 - 14:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Warga penerima bantuan produktif usaha mikro (BPUM) yang disalurkan melalui PNM Mekaar dan dicairkan di BNI KCP Palabuhanratu mengeluhkan rumitnya proses pencairan bantuan. Merasa dipermainkan, penerima bantuan khawatir bantuan tahap ke dua tidak bisa dicairkan.

Salah satu penerima bantuan yang mengalami hal tersebut adalah Nenden Dewi, warga Palabuhanratu. Ia bahkan pernah gagal mencairkan dana BPUM tahap pertama senilai Rp 2,4 juta.

“Saat pencairan tahap pertama, bulan Januari, bantuan itu akhirnya tidak saya terima. Katanya dikembalikan ke kas negara,” kata Nenden kepada jurnalsukabumi.com, Jumat (24/4/2021).

Nenden masih ingat, pada Januari lalu petugas PNM Mekaar memintanya untuk mendatangi Bank BNI karena terdaftar sebagai nasabah yang berhak menerima BPUM. Ia pun mendapatkan beberapa berkas yang diperlukan untuk pencairan, lalu datang ke BNI KCP Palabuhanratu.

“Tapi pada saat ditanyakan ke satpam BNI, katanya belum bisa dicairkan. Soalnya harus dibuka dulu blokiranya sama pihak PNM Mekaar,” kata Nenden.

Ia berusaha untuk berkomunikasi dengan pihak PNM Mekaar dan BNI. Tapi, dana BPUM yang menjadi hak Nenden tetap terblokir hingga akhirnya tidak bisa dicairkan.

“Saya cek terus saldo ATM, tapi masih kosong. Ternyata bukan saya saja, ada beberapa orang juga sama seperti saya. Diblokir dan tidak bisa berkomunikasi dengan costumer service,” tutur Nenden.

“Sampai kemudian saya komunikasi dengan pihak PNM Mekaar. Mereka bilang tidak ada urusan lagi dengan Mekaar, karena pihak mereka hanya mengajukan saja,” tambahnya.

Belajar dari pencairan di tahap pertama, kini Nenden yang namanya tertera pada daftar penerima bantuan di tahap ke dua pun merasa khawatir. Ia takut kembali tidak bisa mencairkan bantuan senilai Rp 1,2 juta tersebut. Apalagi pendaftaran antrean di Bank BNI hanya bisa dilakukan hanya satu hari dalam waktu seminggu.

“Cuma hari Senin saja, sedangkan yang mau nyairin banyak. Setiap saya ke situ selalu enggak dapet nomor antrean. Saya takut seperti tahap pertama, harus rela hangus dan dikembalikan ke negara,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala BNI KCP Palabuhanratu, Hericko Kristi, mengatakan prosedur pencairan BPUM di kantornya sudah berjalan sesuai prosedur.

“Saya dan tim tidak pernah mengarahkan ke PNM Mekaar, berarti salah paham para penerimanya,” singkatnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

Paripurna DPRD, Penyampaian Perubahan Perumda AMTJM Menjadi Perseroda
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:24 WIB

Paripurna DPRD, Penyampaian Perubahan Perumda AMTJM Menjadi Perseroda

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Berita Terbaru