JURNALSUKABUMI.COM – Kesatuan adat tradisi Pelabuhan Ratu kembali mengangkat sejarah kesenian sunda yang kini kian semakin ditinggalkan khususnya kalangan muda mudi.
Pengangkatan tradisi tersebut bertujuan mengenalkan adat istiadat kesundaan sekaligus peringatan hari nelayan nasional dengan mengambil tema tradisi budaya syukuran nelayan titinggal karuhun yang di gelar di Halaman Paguyuban Padjadjaran Anyar, tepatnya jalan Pasanggrahan, Kecamatan Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Senin (05/04/21) malam.
“Kita tergugah untuk mengenalkan kembali adat yang saat ini sudah tinggalkan dikalangan masyarakat, bahkan sedikit banyak anak muda sudah melupakan budaya tradisi yang dulu ada,” kata Firman Hidayat, tokoh Kesatuan adat tradisi Palabuhanratu kepada jurnalsubumi.com.
Sambung dia, Serangkaian acara pun diisi ragam budaya kesundaan diantaranya mengundang secara resmi sala satu budayawan provinsi Jawa Barat yakni Abah Ayi Pantun asal Subang. Tidak hanya itu, berbagi kebahagiaan bersama Yatim-piatu dan jompo nelayan pun menjadi kemeriahan acara tersebut.
“Sebetulnya sala satu tokoh di Palabuhanratu yaitu kake saya. Dan dulu memang setiap tahunnya ada kegiatan santunan nelayan, nah hal itu juga yang bakal kita lestarikan,” terangnya.
Ketua Paguyuban Padjadjaran Anyar itu meminta, pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan nasib nelayan kecil. Sebab, kondisi seperti ini banyak masyarakat nelayan harus merelakan pekerjaannya akibat terkendala pasilitas untuk melaut.
“Pemerintah itu harusnya memperhatikan kondisi nelayan kecil. Selain itu saat ini banyak jompo yang butuh perhatian apalagi saat kondisi pandemi seperti ini,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: FK Robbi












