JURNALSUKABUMI.COM – Pengusaha perkebunan kelapa di Pasir Gancleng, Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, memilih terjun dalam budidaya pohon kelapa mini alias pohon dengan tinggi kisaran 1 meter.
Seperti namanya, jenis pohon kelapa ini tumbuh lebih pendek dibanding dengan pohon kelapa pada umumnya yang bisa tumbuh dengan ketinggian mencapai 10 meter .
Inisiator Penanaman Pohon Kelapa Mini, Rismayadi mengatakan, pengembangan jenis varietas baru ini sangat menguntungkan baik dari sisi keamanan, efektivitas waktu dan mobilitas produktifitas.
“Terpenting adalah faktor keamanan. Karena tinggi pohon hanya kisaran 1 meter saja. Jadi tidak perlu memanjat dan bergelantungan, melainkan tinggal memetik saja,” ujar Rismayadi kepada jurnalsukabumi.com, Kamis (4/2/21).
Kelebihan lain dari pohon kelapa setinggi anak balita tersebut kata pengusaha gula semut yang sudah menembus pasar Eropa ini adalah jarak tanam antara satu pohon ke pohon lain berjejer sangat rapat.
“Jarak tanam cukup hanya 0,5 meter. Untuk pohon kelapa pada umumya, jarak tanam bisa mencapai 2 sampai 3 meter. Umur tanam pun berbeda, pohon kelapa tinggi rata-rata berumur 8 sampai 10 tahun. Sementara pohon kelapa pendek, sampai berproduksi hanya sekitar 3 sampai 4 tahun,” paparnya.
Lanjut Rismayadi, saat proses penyadapan kelapa pendek, setiap orang pekerja bisa memperoleh hasil sadapan nira jauh lebih mudah ketimbang harus memanjat pohon kelapa yang menjulang tinggi.
“Dalam satu hari, setiap pekerja paling banyak bisa memanjat 30 hingga 40 pohon. Lain lagi kalau mengambil nira dari kelapa pendek bisa mencapai ratusan pohon,” sambungnya.
Untuk memenuhi permintaan produsen dari dalam, maupun luar negeri, saat ini pihaknya tengah mengoptimalkan sumber daya alam dan SDM untuk mendongkrak produksi.
“Kami mengelola lahan perkebunan kelapa seluas 800 hektare yang terletak di tiga titik lokasi yakni Ciracap, Surade dan Waluran. Luas tanah ini ada yang milik pribadi dan ada pula milik masyarakat dan kelompok tani,” tandasnya.
Reporter: Usep Mulyana | Redaktur: Ujang Herlan












