Produksi Gula Semut Ciracap Sukabumi Tembus Pasar Eropa

Rabu, 3 Februari 2021 - 11:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABIMI.COM – Produksi Gula Semut asal Kampung Pasir Gancleng, Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, mampu menunjukkan kelasnya sebagai ikon produk lokal di Mancanegara.

Sebab, keunggulan produk Gula Semut ini sudah membuktikan lolos dari ketatnyanya pasar kelas dunia di belahan Eropa seperti Belanda, Inggris dan Jerman. Hal ini tentunya merupakan prestasi membanggakan khususnya bagi warga Kabupaten Sukabumi.

Pencapaiannya pun sudah barang tentu tidak tercipta dalam satu malam. Melainkan, membutuhkan proses panjang yang menguras emosi, materi, tenaga dan pikiran melalui serangkaian penelitian yang cukup lama.

Pemilik pabrik pengolahan Gula Semut, Rismayadi (45) mengatakan, usaha ini sudah digelutinya sejak tahun 2017. Bahkan, selama tiga tahun lalu itu kerap dihadapkan kegagalan. Berkat tekad dan usaha kerasnya, kini mampu mengahsilkan produk yang cocok di berbagai negara luar.

“Mengalami trail and error selama 3 tahun. Bahkan kerap dihadapi pahit asamnya kegagalan. Tahun 2019, melalui tim produksi dan pendampingan penyuluh internal, akhirnya kami menemukan komposisi yang sesuai dengan citarasa yang diinginkan,” kata dia kepada jurnalsukabumi.com, Rabu (03/01/2021).

Olahan bahan dasar yang digunakan untuk memproduksi gula semut ini kata dia, berasal dari hasil penyadapan nira kelapa. Cairan bening tersebut mengandung sukrosa yang cukup tinggi untuk dijadikan gula kelapa.

“Di mulai dari proses pemasakan gula kelapa itu sendiri hingga berbentuk cairan kental. Setelah itu beberapa saat kemudian dilakukan proses pendinginan sampai cairan kental itu benar-benar mengeras,” terangnya.

Usai gula mengeras jelas Rismayadi, kemudian ditumbuk dan diayak hingga menghasilkan butiran-butiran halus. Lalu, dimasukan ke dalam oven hasil modifikasi sendiri dengan temperatur tertentu agar gula semut benar-benar kering.

“Pada tahap akhir, gula semut dipackaging dalam sebuah kantung plastik dan siap terbang melanglang negara Eropa sebagai produk asli anak bangsa di Pajampangan,” jelasnya.

Masih kata dia, permintaan akan produksi Gula Semut dari negara-negara Eropa tergolong tinggi. Sehingga, membutuhkan pasokan bahan baku nira gula kelapa dalam jumlah besar.

“Dalam satu hari, kami ditantang untuk memproduksi 1 hingga 2 ton. Jika diakumulasikan, perbulan, pemintaan dari negara-negara Eropa itu sebanyak 100 sampai 200 ton. Sementara kami baru bisa memenuhi pesanan mereka sekitar 40 sampai 70 ton saja,” paparnya.

Bahan baku nira kelapa digunakan untuk memproduksi gula semut tambah. Dan, diperoleh dari lahan sendiri serta sebagian lagi berasal dari warga yang tergabung dalam kelompok tani. Luas lahan yang ada saat ini berkisar antara 700 sampai 800 hektare.

Kelebihan gula semut yang tidak dimiliki jenis gula lain lanjut dia adalah dari sisi orisinalitas. Karena produk gula semut dibuat dari bahan natural ditambah campuran ratu nangka dan kapur sirih. Sehingga rasanya benar-benar alami dengan kadar gula darah rendah.

Sementara itu, staf marketing, Ayi Coca Cola menuturkan, produk gula kelapa olahan belum banyak menyentuh pasar-pasar lokal. Dia menyebut, prosentase terbesar masih didominasi pasar luar negeri. “85 % masih didominasi untuk tujuan Eropa. Sementara 15 % untuk pemasaran domestik atau lokal saja,” tandasnya.

Reporter: Usep Mulyana | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

BPR Sukabumi Umumkan Pelayanan Operasional Bakal Buka Kembali Tanggal 18 Mei 2026
Wujud Nyata CSR, 4 Perusahaan di Gunungguruh Tuntaskan Perbaikan Drainase di Desa Cikujang
Pupuk NPK ‘Zonk’ Beredar, SMSI Sukabumi Raya Soroti Kinerja KP3 Sukabumi
Warga Cibadak Bakal Nikmati Perluasan Jaringan Air Bersih Perumda AMTJM
SCG Perkuat Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Sukabumi Lewat Pembangunan Waste Station
BPR Sukabumi Luncurkan SIMPEN, Permudah Pendaftaran Nasabah Secara Digital
Stok Beras Sukabumi Aman Jelang Idul Adha, Heri Gunawan Pastikan Ketersediaan Cukup
PLN UP3 Sukabumi Sediakan 23 SPKLU di Sukabumi, Pengguna EV Kini Lebih Nyaman

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:52 WIB

BPR Sukabumi Umumkan Pelayanan Operasional Bakal Buka Kembali Tanggal 18 Mei 2026

Senin, 11 Mei 2026 - 19:11 WIB

Wujud Nyata CSR, 4 Perusahaan di Gunungguruh Tuntaskan Perbaikan Drainase di Desa Cikujang

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:08 WIB

Pupuk NPK ‘Zonk’ Beredar, SMSI Sukabumi Raya Soroti Kinerja KP3 Sukabumi

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:14 WIB

Warga Cibadak Bakal Nikmati Perluasan Jaringan Air Bersih Perumda AMTJM

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:28 WIB

SCG Perkuat Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Sukabumi Lewat Pembangunan Waste Station

Berita Terbaru

OPINI

Pelemahan Rupiah dan Mendesaknya Penetapan RUU Migas

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:57 WIB

RAGAM

DPPKB: Kampung KB Desa Kalibunder Jadi Pusat Perubahan

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:44 WIB