Harga Melonjak Naik, Pemotong hingga Pedagang Daging Sapi Eceran Ngeluh

Kamis, 21 Januari 2021 - 12:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kenaikan harga daging sapi yang hampir merata di pasaran menimbulkan gejolak panas bagi para pemotong hingga pedagang di tiap pelosok daerah.

Ironisnya lagi, harga daging sapi yang melonjak naik sejak akhir tahun 2020 kemarin itu sampai saat ini masih bertahan diangka Rp 130 ribu per kilogramnya.

Berbagai dampak pun mulai bermunculan, dari mulai pengurangan pasokan potongan. Bahkan, di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek) para pedagang memutuskan menghentikan aktivitas alias mogok jualan sementara.

Pantauan jurnalsukabumi.com, keluhan pun dirasakan para pedagang daging sapi di Pasar Semi Modern Cibadak, Kabupaten Sukabumi yang terpaksa memilih untuk menurunkan pasokan potongannya, Kamis (21/1/2021).

Seperti yang dilontarkan, salah seorang Pemotong Sapi, Ade Rohman (50) yang mengaku bahwa akhir tahun lalu hingga saat ini pemerintah habis-habisan untuk menaikan harga daging sapi Rp130 per kilogram.

“Selain itu juga pasokan berkurang yang biasa kita memotong tiga hingga emapt ekor sapi untuk dijual, kini hanya bisa memotong satu ekor saja,” ujarnya.

Lanjut Ade, meskipun keluhan dirasakan sudah satu bulan terakhir ini, akan tetapi aktivitas jual beli daging di pasar masih terbilang normal, beda dengan di pasar luar lainnya.

“Harga naik, pasokan sapi potong berkurang. Sampai saat ini kami hanya memilih untuk mencari solusi dengan para penjual sapi dan pembeli untuk menaikan harga jual dari pada memilih untuk mogok berjualan,” terangnya.

“Besar harapan saya pemerintah bisa secepatnya menurunkan harga hingga terjangkau oleh masyarakat kecil,” harap Ade.

Hal senada diungkapkan, Jamilah (40) pedagang eceran pasar Cibadak. Ia mengaku hanya mendapatkan pasokan daging sapi 20 kilogram perharinya. Padahal, biasanya untuk dijual mendapatkan 100 kilogram. Tak hanya pasokan daging yang berkurang, penjualan pun menurun dari biasanya perhari 100 kilogram habis terjual dengan harga Rp 111 ribu, kini harga Rp 120 ribu pun tidak habis.

“Iya di masa pandemi ini dengan kenaikan harga sungguh terasa, dari mulai pasokan daging hingga harga naik dampaknya penjualan pun menuru,” sambungnya.

Reporter: Ifan | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Paripurna DPRD, Penyampaian Perubahan Perumda AMTJM Menjadi Perseroda
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:24 WIB

Paripurna DPRD, Penyampaian Perubahan Perumda AMTJM Menjadi Perseroda

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Berita Terbaru