JURNALSUKABUMI.COM – Calon Bupati Sukabumi, KH. Abu Bakar Sidik atau karib disapa Kang Bakang, memiliki ciri khas yang kental dengan budaya santrinya.
Ada pemandangan yang menarik dan unik saat saat sesi debat publik yang berlangsung di Aula Hotel Augusta, Selasa (24/11/2020).
Kang Bakang tampil berbeda dibanding dua pasangan calon lainnya Marwan Hamami – Iyos Somantri dan Adjo Sardjono – Iman Adi Nugraha. Bahkan pasangannya sendiri, Sirojudin tampil mengenakan kostum dengan stelan kemeja lengan panjang putih dan celana warna Hitam.
Saat dikonfirmasi jurnalsukabumi.com melalui WhatsApp, dia mengatakan, penggunaan sarung saat debat publik kemarin, hanya demi kenyamanan dan kebiasaan sehari – hari. ” Saya lebih nyaman pakai sarung. Ini sudah menjadi kebiasaan sejak lama,” kata Bakang, Rabu (25/11/2020).
Di samping itu, kata dia, sarung merupakan simbol dan entitas santri yang memiliki pemahaman tentang keagamaan yang moderat dan tolerans. Dengan kata lain, santri tidak identik dengan ketertinggalan dan budaya intolerans. Bahkan bukan tidak mungkin, jika Bakang terpilih, sarung menjadi salahsatu kostum resmi di pendopo.
Pada bagian akhir dia berpesan, bahwa kalangan santri memiliki kemampuan hak yang sama untuk berkiprah di bidang pemerintahan. Artinya saat ini tidak boleh lagi ada dikotomi antara santri dan non santri.
Reporter: Hendi | Redaktur: Usep Mulyana












