Diduga ada Penyusup, Demo Anti Omnibus Law di Kota Sukabumi Ricuh

Rabu, 7 Oktober 2020 - 19:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Sekelompok orang tidak dikenal dengan mengenakan pakaian serba hitam, menyusup masuk ke dalam kelompok demonstran yang terdiri dari masa buruh dan mahasiswa dalam aksi unjuk rasa penolakan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja di Gedung DPRD Kota Sukabumi, Rabu (07/10/20).

Berdasarkan pantauan jurnalsukabumi.com dilapangan, meledaknya kericuhan tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, di Jalan RE Martadinata Kota Sukabumi.

Kericuhan dipicu oleh datangnya sekelompok orang yang menggunakan penutup wajah dan baju serba hitam. Mereka mencoba merengsek masuk ke Jalan IR HJ Djuanda Kota Sukabumi dan berkonvoi mengarah ke Gedung DPRD Kota Sukabumi.

Kerusuhan pun pecah setelah sekelompok orang tersebut coba mendobrak blokade jalan yang dilakukan petugas gabungan. Hingga akhirnya terjadi aksi saling dorong dan kejar-kejaran antar sekelompok orang tidak dikenal tersebut dengan petugas.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sumarni, membenarkan kejadian tersebut. Aparat segera bergerak cepat menindak dan membubarkan pendemo yang tidak dikenal asal-usulnya itu karena mereka tidak mengantongi izin.

“Tadi sempat terjadi ketegangan yang mengarah ke kerusuhan. Karena ada provokator yang mendompleng aksi murni para mahasiswa,” ujarnya dihadapan wartawan.

Dalam peristiwa itu, jajarannya berhasil mengamankan beberapa orang yang diduga menjadi provokator dalam aksi tersebut. “Kami sudah mengamankan beberapa orang yang diduga menjadi provokator dalam kejadian itu,” tegasnya.

Dia juga berpesan kepada para mahasiswa, agar lebih waspada terhadap pihak – pihak yang dengan sengaja menyusup masuk dan mendompleng kegiatan demo oleh mahasiswa, untuk mengacaukan suasana.

“Secara umum, aksi demo hari ini berjalan kondusif. Saya minta kepada para mahasiswa untuk saling menjaga, dan jangan sampai ada orang lain yang ingin masuk kedalam kelompok mereka,” pungkasnya.

Reporter: Rizky Miftah Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

Kemarau Picu Krisis Air Bersih di Cibadak, BPBD Sukabumi Salurkan 10 Ribu Liter untuk 315 KK
Pemkab Sukabumi Perkuat Layanan Publik, 95 Pejabat Fungsional Resmi Dilantik
Gagal Kabur, Ayah Diduga Cabuli Anak Kandung Dibekuk Polisi di Parungkuda
Emak-emak Terdampak Pergeseran Tanah di Bantargadung Tagih Janji Relokasi
Fatal! Dokumen MCU Tertukar, Kesempatan Kerja Warga Sukabumi Nyaris Terancam
Jeruji Sel Dijebol, Tahanan Polsek Lengkong Kabur dan Lukai Polisi Saat Dikejar
Kejari Sukabumi Terima Pelimpahan Kasus Kematian Nizam, Ayah Kandung Jadi Tersangka
Pengembang Perum Pratama Residence Cijulang Kembali Didemo, Warga: Stop Janji Busuk! 

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:43 WIB

Kemarau Picu Krisis Air Bersih di Cibadak, BPBD Sukabumi Salurkan 10 Ribu Liter untuk 315 KK

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:01 WIB

Pemkab Sukabumi Perkuat Layanan Publik, 95 Pejabat Fungsional Resmi Dilantik

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:52 WIB

Gagal Kabur, Ayah Diduga Cabuli Anak Kandung Dibekuk Polisi di Parungkuda

Senin, 29 Juni 2026 - 13:56 WIB

Emak-emak Terdampak Pergeseran Tanah di Bantargadung Tagih Janji Relokasi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:34 WIB

Fatal! Dokumen MCU Tertukar, Kesempatan Kerja Warga Sukabumi Nyaris Terancam

Berita Terbaru