Akses Jalan Menuju Posko Utama Banjir Cicurug Sukabumi Tersendat

Minggu, 27 September 2020 - 13:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Simpati dan empati terhadap korban banjir bandang yang melanda tiga kecamatan di Kabupaten Sukabumi terus mengalir dari berbagai kalangan.

Mulai dari instansi pemerintah, swasta, OKP/ormas, komunitas, anggota dewan, hingga warga terus berdatangan sejak bencana yang terjadi Senin (21/09/2020) lalu ke lokasi posko utama berlokasi di Kampung Cibuntu, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug.

Pengamatan jurnalsukabumi.com, hingga hari-7 pasca bencana, Minggu (29/09/2020), bantuan kemanusiaan terus mengalir. Membludaknya kendaraan, baik mobil maupun motor para donatur tersebut berdampak tersendatnya arus lalu-lintas menuju ke posko utama tersebut.

Di jalan yang berada Kampung Cimalati, salah satu akses menuju posko lokasi dari jalur utama,  kerapkali terjadi kemacetan. Sebab, jalan tersebut cukup sempit dengan lebar sekira 5 meter.

Kemacetan kian memuncak, saat dari dua arah datang mobil saling berpapasan. Kondisi itu membuat tersendat arus lalin, sehingga tak ayal membuat warga sekitar turun tangan membantu mengatur arus lalin.

“Semenjak terjadi banjir dan banyaknya kendaraan, jalan ke sini macet. Soalnya, jalan ke sini sempit. Jadi pas ada dua mobil berpapasan tidak cukup. Tuh, sampai sekarang tiap hari dan waktu tertentu, terutama siang selalu macet,” ungkap warga Cimalati, Supriyadi (50).

Diketahui,  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, mencatat data teranyar korban terdampak banjir bandang Cicurug, mencapai 1.107 jiwa. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Maman Suherman mengatakan, jumlah tersebut merupakan data keseluruhan yang masuk hingga pertanggal Sabtu (26/09/2020).
 

“Total tersebut dari mulai hari pertama hingga sekarang pendataan yang masuk ke Posko BPBD. Sementara, bangunan yang rusak bertambah mencapai 327,” Kata Maman.
Data tersebut juga merupakan hasil pendataan keseluruhan, dari mulai Kecamatan Cicurug, Parungkuda dan Cidahu. Rinciannya, rumah rusak terdampak yaitu 206 unit rusak ringan, 37  unit rusak berat dan 83 unit rumah rusak berat.

“Hingga saat ini tercatat ada 12 desa di tiga kecamatan terdampak itu. Kini, sudah masuk sesuai data yang dilaporkan masing-masing desa,” jelasnya.

Tak hanya itu, ada beberapa fasilitas umum yang terkena dampak seperti satu yunit mushola rusak ringan, satu bendungan rusak berat dan tujuh jembatan rusak berat maupun ringan, satu ruko rusak berat, dan satu yunit TPT rusak berat.

Reporter: CR1 | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Kabar Baik! Jembatan Baru Pamuruyan Cibadak Kini Mulai Difungsikan
Ketua APPMBGI Sukabumi Raya Sambut Pengangkatan Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN
Bikin Merinding! Kisah Keberanian Pejuang Adang Pasukan Sekutu di Bojongkokosan Parungkuda
DPR Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Hergun Tegaskan Pentingnya Partisipasi Publik
Heboh! Disnakertrans Temukan TKA Diduga Ilegal di PT KKB Cicurug
Maling Domba di Cikakak Keok karena Ban Pecah, Empat Ekor Ternak Ditemukan di Dalam Mobil
PWI dan IPB Siapkan Beasiswa S2 untuk Wartawan, Bahas Skema Dukungan Pendidikan
Sukabumi Menggugat! Massa Desak Ayep Zaki Mundur dari Kursi Wali Kota

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:35 WIB

Kabar Baik! Jembatan Baru Pamuruyan Cibadak Kini Mulai Difungsikan

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:16 WIB

Ketua APPMBGI Sukabumi Raya Sambut Pengangkatan Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:59 WIB

Bikin Merinding! Kisah Keberanian Pejuang Adang Pasukan Sekutu di Bojongkokosan Parungkuda

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:44 WIB

DPR Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Hergun Tegaskan Pentingnya Partisipasi Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:23 WIB

Heboh! Disnakertrans Temukan TKA Diduga Ilegal di PT KKB Cicurug

Berita Terbaru