JURNALSUKABUMI.COM – Simpati dan empati terhadap korban banjir bandang yang melanda tiga kecamatan di Kabupaten Sukabumi terus mengalir dari berbagai kalangan.
Mulai dari instansi pemerintah, swasta, OKP/ormas, komunitas, anggota dewan, hingga warga terus berdatangan sejak bencana yang terjadi Senin (21/09/2020) lalu ke lokasi posko utama berlokasi di Kampung Cibuntu, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug.
Pengamatan jurnalsukabumi.com, hingga hari-7 pasca bencana, Minggu (29/09/2020), bantuan kemanusiaan terus mengalir. Membludaknya kendaraan, baik mobil maupun motor para donatur tersebut berdampak tersendatnya arus lalu-lintas menuju ke posko utama tersebut.
Di jalan yang berada Kampung Cimalati, salah satu akses menuju posko lokasi dari jalur utama, kerapkali terjadi kemacetan. Sebab, jalan tersebut cukup sempit dengan lebar sekira 5 meter.
Kemacetan kian memuncak, saat dari dua arah datang mobil saling berpapasan. Kondisi itu membuat tersendat arus lalin, sehingga tak ayal membuat warga sekitar turun tangan membantu mengatur arus lalin.
“Semenjak terjadi banjir dan banyaknya kendaraan, jalan ke sini macet. Soalnya, jalan ke sini sempit. Jadi pas ada dua mobil berpapasan tidak cukup. Tuh, sampai sekarang tiap hari dan waktu tertentu, terutama siang selalu macet,” ungkap warga Cimalati, Supriyadi (50).
Diketahui, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, mencatat data teranyar korban terdampak banjir bandang Cicurug, mencapai 1.107 jiwa. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Maman Suherman mengatakan, jumlah tersebut merupakan data keseluruhan yang masuk hingga pertanggal Sabtu (26/09/2020).
“Total tersebut dari mulai hari pertama hingga sekarang pendataan yang masuk ke Posko BPBD. Sementara, bangunan yang rusak bertambah mencapai 327,” Kata Maman.
Data tersebut juga merupakan hasil pendataan keseluruhan, dari mulai Kecamatan Cicurug, Parungkuda dan Cidahu. Rinciannya, rumah rusak terdampak yaitu 206 unit rusak ringan, 37 unit rusak berat dan 83 unit rumah rusak berat.
“Hingga saat ini tercatat ada 12 desa di tiga kecamatan terdampak itu. Kini, sudah masuk sesuai data yang dilaporkan masing-masing desa,” jelasnya.
Tak hanya itu, ada beberapa fasilitas umum yang terkena dampak seperti satu yunit mushola rusak ringan, satu bendungan rusak berat dan tujuh jembatan rusak berat maupun ringan, satu ruko rusak berat, dan satu yunit TPT rusak berat.
Reporter: CR1 | Redaktur: Ujang Herlan












