SPI : Kawasan Ekonomi Khusus Cikidang Harus Dikaji Ulang

Senin, 11 November 2019 - 18:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI. COM – Rencana Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Sukabumi menjadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kecamatan Cikidang Kabupaten Sukabumi, menuai tanggapan dan sorotan dari Serikat Petani Indonesia (SPI) Kabupaten Sukabumi Rozak Daud.

Pembangunan KEK Cikidang harus memberikan nilai lebih hingga Pemkab Sukabumi harus mengkaji ulang. Pasalnya jika secara geografis wilayah Cikidang merupakan area perkebunan yang notabene sawit. Hal ini tentunya harus dibahas bersama ditambah wilayah Cikidang harus memiliki corak identitas lokal baik dalam hal wisata, ekonomi produk dan pemeberian pemahaman Sumber Daya Manusia (SDM).

“Cikidang mayoritas lahan milik pemerintah atau perkebunan, sementara masyarakat lokal hanya penggarap saja. Apalagi khas pertanian Cikidang belum dibentuk atau khas kedaerahaanya belum muncul,” ungkap Ketua DPC SPI Kabupaten Sukabumi Rozak Daud.

Dalam rencana pembangunan KEK di Sukabumi. Pemkab harus matang dan terarah ada nilai counter efek baik ekonomi maupun sosial warga. Kalau hanya menarik investor dan warga lokal mejadi penonton apa untungnya untuk warga Sukabumi.

“Buktinya saat ini, ada Wisata Buru Cikidang, apa peran warga saat ini, boro-boro bisa ngerasain main kesana harganya mahal. Ditambah warga hanya jadi penonton,” jelasnya.

Menurut Rozak, Ia mengharapkan pihak Pemkab Sukabumi duduk bareng bersama DPRD Kabupaten Sukabumi, para aktivis lingkungan, petani, satwa dan aktivis lainnya. Agar pemetaan Cikidang KEK matang dan tak menuai masalah.

“Duduk bareng dengan berbagai pihak. Jangan sampai hanya menyedot investor dan berujung Sukabumi jadi kotor ditambah warga hanya penonton,” jelasnya.

Reporter : FK Robbi

Redaktur : Rustandi

Berita Terkait

Paripurna DPRD, Penyampaian Perubahan Perumda AMTJM Menjadi Perseroda
Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:24 WIB

Paripurna DPRD, Penyampaian Perubahan Perumda AMTJM Menjadi Perseroda

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:53 WIB

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Berita Terbaru