JURNALSUKABUMI.COM – Masa tanggap darurat kebakaran di Kampung Adat Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, resmi berakhir.
Seiring berakhirnya fase darurat, kebutuhan para penyintas pun mulai bergeser. Jika sebelumnya bantuan sembako dan pakaian menjadi prioritas, kini yang paling dibutuhkan justru perlengkapan rumah tangga untuk memulai kembali kehidupan.
Sekretaris Panitia Lokal Penanganan Pascakebakaran Ciptamulya, Vilka Mandala, mengatakan kebutuhan dasar masyarakat terdampak saat ini telah terpenuhi berkat derasnya bantuan dari berbagai daerah.
“Alhamdulillah kebutuhan dasar seperti sembako sudah tercukupi, begitu juga pakaian layak pakai. Sekarang yang paling dibutuhkan adalah lemari pakaian dan tempat penyimpanan barang karena semuanya habis terbakar,” ujar Vilka.
Ia menjelaskan, sebagian besar penyintas kini tinggal sementara di rumah kerabat. Hanya sekitar 8 hingga 12 kepala keluarga yang masih bertahan di posko pengungsian sehingga kebutuhan mulai bergeser dari logistik konsumsi menuju perlengkapan untuk kembali menata kehidupan.
Menurut Vilka, posko bantuan masih tetap dibuka selama empat hingga tujuh hari ke depan untuk menerima bantuan yang masih terus berdatangan. Jika arus donasi masih tinggi, masa penerimaan bantuan akan dievaluasi kembali.
Selain menerima bantuan, panitia lokal juga tengah melakukan pendataan dan rekapitulasi seluruh donasi sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat serta memudahkan penyaluran sesuai kebutuhan penyintas.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi resmi mengakhiri status tanggap darurat setelah seluruh indikator penanganan darurat dinilai telah terpenuhi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Eki, mengatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama Forkopimcam Cisolok dengan pendampingan dari BNPB dan BPBD Provinsi Jawa Barat.
“Hasil rapat menyimpulkan masa tanggap darurat ditutup karena seluruh indikator penanganan darurat telah terpenuhi. Selanjutnya penanganan pascabencana dan pengelolaan bantuan diserahkan kepada panitia lokal,” katanya.
Meski status tanggap darurat telah dicabut, tenda pengungsian tetap dipinjampakaikan selama masih diperlukan warga terdampak.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan











