Kekeringan Meluas, Dinas Pertanian Petakan Wilayah Rawan Demi Selamatkan Panen

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Musim kemarau mulai dirasakan para petani di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi. Berkurangnya debit air di saluran irigasi dan mengeringnya lahan pertanian menjadi kekhawatiran tersendiri, terutama bagi petani yang mengandalkan tadah hujan untuk menjaga tanaman tetap tumbuh.

Di wilayah selatan Sukabumi, kondisi tersebut mulai berdampak pada aktivitas pertanian. Sejumlah petani harus mencari sumber air alternatif untuk mempertahankan tanaman mereka agar tidak mati sebelum masa panen. Jika kemarau berlangsung lebih lama, ancaman gagal panen dan menurunnya produksi pangan dikhawatirkan semakin besar.

Kondisi ini tidak hanya berpengaruh terhadap hasil pertanian, tetapi juga terhadap pendapatan petani. Ketika pasokan air semakin terbatas, biaya produksi ikut meningkat karena petani harus mengeluarkan tenaga dan biaya tambahan untuk mendapatkan air.

Melihat kondisi tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi mulai mempercepat langkah antisipasi melalui Gerakan Penanganan Dampak Kekeringan (GERNANG).

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, mengatakan langkah awal yang dilakukan adalah memetakan wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

“Dinas pertanian melaksanakan GERNANG (gerakan penangan) dampak kekeringan, dimulai dari identifikasi lokasi rawan kekeringan yg dilakukan oleh UPTD pertanian dan para penyuluh; kemudian normalisasi dan perbaikan irigasi sesuai kewenangam, intervensi kegiatan irigasi perpompaan, termasuk optimalisasi alsin/ pompa yang sudah ada,” ujar Aep, Rabu (22/7/2026).

Ia menjelaskan, saat ini dirinya bersama para penyuluh pertanian tengah melakukan monitoring ke Wilayah VII Sagaranten dan sekitarnya untuk melihat secara langsung kondisi lahan pertanian yang mulai terdampak musim kemarau.

Menurutnya, secara umum wilayah selatan Kabupaten Sukabumi menjadi kawasan yang paling rawan mengalami kekeringan karena sebagian besar lahan pertaniannya masih bergantung pada curah hujan.

Melalui pemantauan langsung tersebut, Dinas Pertanian berharap dapat mengetahui kebutuhan petani secara lebih akurat sehingga intervensi yang diberikan dapat tepat sasaran dan mampu mengurangi risiko gagal panen.

“Saat ini saya bersama sama dengan penyuluh sedang monitoring ke wilayah VII sagaranten dsk. Secara umum yg rawan kekeringan wilayah selatan sukabumi,” tambahnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan
Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 
Pickup Bermuatan Kelapa Terguling dan Berbalik Arah di Tanjakan Buniwagi Palabuhanratu
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Disandingkan dengan Foto Orang Hilang, Akhirnya Misteri Kerangka di Sagaranten Terungkap
Mengaku Bernama Yayan Asal Citepus, Kakek Ini Masih Dirawat di Griya Lansia Nagrak

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:53 WIB

Kekeringan Meluas, Dinas Pertanian Petakan Wilayah Rawan Demi Selamatkan Panen

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:53 WIB

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:30 WIB

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:39 WIB

Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 

Berita Terbaru