JURNALSUKABUMI.COM – Pemimpin Redaksi Jurnal Sukabumi, Ujang Herlan alias biasa disapa Kang Uj diundang secara resmi menjadi narasumber di SMP IT At-Taisiriyah, Cijengkol, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, Rabu (15/7/2026).
Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sukabumi Raya ini hadir dan mengisi materi pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi puluhan siswa baru di sekolah tersebut.
Dalam sesi pembekalan, Kang Uj memaparkan ancaman judi online sudah mulai menyasar kalangan pelajar. Data teranyar Mendikti Saintek mencatat 960 ribu pelajar terlibat judi online dan sebagian besar mahasiswa.

“Berbagai modus judol mulai merambah. Bahkan, praktik tersebut kini kerap dikemas menyerupai permainan digital alias menyerupai game, undian berhadiah, hingga tantangan di media sosial yang mudah menarik perhatian pelajar. Dan itu perlu diwaspadai khusunya bagi guru di sekolah dan orang tua saat di rumah,” jelas Kang Uj.
Mantan wartawan Jawa Pos Group ini juga menilai, materi ini sangat penting disampaikan khususnya bagi kalangan pelajar. Selain mengenalkan ciri-ciri modus tersebut, siswa juga diberikan pemahaman mengenai dampak negatif judi online, mulai dari kerugian finansial, gangguan psikologis, menurunnya prestasi belajar, hingga konsekuensi sosial, agama, dan hukum.
“Kami ingin siswa memiliki keberanian untuk menolak setiap ajakan yang mengarah pada judi online. Jika menemukan indikasi atau mendapat tawaran, harus segera melapor kepada guru maupun orang tua,” tegas Kang Uj.
Selain itu, materi yang disampaikan mengenai Keadaban Digital, ia menjelaskan, pelajar dibekali khusus mengenai bahaya dan langkah preventif agar mereka mampu mengenali berbagai modus di media sosial yang berdampak negatif yang kini kerap menyasar anak-anak dan remaja melalui media digital.

Sementara itu, Kepala SMP IT At-Taisiriyah, Vera Agustiani, mengatakan pembentukan karakter dan penguatan literasi digital harus dimulai sejak hari pertama siswa menginjakkan kaki di lingkungan sekolah.
“Kami tidak hanya mengajarkan akademik dan nilai agama, tetapi juga membekali siswa agar mampu melindungi diri dari ancaman dunia maya. Judi online merupakan bahaya nyata yang dapat merusak masa depan anak-anak dalam waktu singkat, sehingga pencegahannya harus dilakukan sejak dini,” ujarnya.
Ia menilai, selama kegiatan berlangsung, para peserta terlihat antusias mengikuti materi dan aktif mengajukan pertanyaan. Sekitar 30 peserta MPLS turut khusyuk mendengarkan materi yang disampaikan narasumber.
“Sekolah berharap pembekalan ini menjadi fondasi awal dalam membangun karakter, meningkatkan kesadaran digital, serta menjaga peserta didik agar tetap fokus belajar dan terhindar dari pengaruh negatif judi online,” harapnya.
Reporter: Idris Andriansah











