JURNALSUKABUMI.COM – Gelombang reaksi keras terus mengalir menyusul pernyataan kontroversial yang dilontarkan oleh mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto, yang dinilai menyudutkan Presiden RI Prabowo Subianto. Kali ini, kecaman datang dari wilayah Sukabumi, Jawa Barat.
Deden Hendara, atau yang akrab disapa Denis—seorang seniman lokal Sukabumi sekaligus tokoh penggerak Relawan Manuk Dadali (organisasi relawan militan binaan Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Heri Gunawan)—menyampaikan rasa kecewa dan kecaman kerasnya atas sikap mantan aktivis mahasiswa tersebut.
Menurut Denis, kritik yang disampaikan oleh Tiyo Ardianto sudah keluar dari koridor akademis yang sehat dan justru terkesan tendensius serta tidak menghormati etika berkomunikasi kepada kepala negara.
“Sebagai seniman dan bagian dari masyarakat Sukabumi yang mengawal perjuangan Pak Prabowo, saya sangat menyayangkan sikap seperti itu. Kritik itu hak setiap warga negara, tapi kalau sudah menyerang personal dan terkesan menghina pemimpin negara, itu sudah mencederai nilai-nilai kesopanan dan budaya ketimuran kita,” ujar Denis.
Sebagai kader militan Relawan Manuk Dadali yang setia mendampingi program kemasyarakatan legislator Heri Gunawan, Denis menegaskan bahwa situasi politik seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, bukan justru memperkeruh suasana dengan narasi-narasi yang provokatif.
Denis juga menambahkan bahwa figur Prabowo Subianto adalah simbol kepemimpinan yang sah dan telah mendapat mandat besar dari rakyat, termasuk warga Sukabumi. Oleh karena itu, segala bentuk narasi yang mencoba mendegradasi kehormatan beliau akan berhadapan dengan respons dari para relawan di akar rumput.
“Pak Heri Gunawan selalu mengajarkan kami di Relawan Manuk Dadali untuk mengedepankan politik yang santun dan merangkul. Namun, jika ada pihak-pihak yang dengan sengaja menyerang dan menghina Pak Prabowo tanpa dasar yang jelas, kami tidak akan tinggal diam. Kami minta yang bersangkutan untuk lebih bijak dan menjaga lisannya,” pungkas Denis.
Relawan Manuk Dadali sendiri merupakan pendukung militan sosok Heri Gunawan. Mereka merupakan mesin pemenangan ampuh dan terbukti sudah turut menghantarkan Hergun untuk menduduki kursi senayan selama tiga periode berturut-turut. Mereka tersebar di seantero Sukabumi, serta berasal dari beragam kalangan: mulai yang berprofesi sebagai seniman, ASN, mahasiswa, akademisi, petani, nelayan, hingga aktivis.
Secara jaringan, Manuk Dadali sudah tersebar di 9 koordinator dapil di tingkat kota dan kabupaten, 54 koordinator kecamatan, 381 koordinator desa, serta 38 koordinator kelurahan yang terbagi atas 5 kelurahan di kabupaten dan 33 kelurahan di kota.
Redaktur: Ujang Herlan












