JURNALSUKABUMI.COM – Arus mudik Lebaran pada H-2 di wilayah hukum Polres Sukabumi, khususnya di Exit Tol Bocimi Seksi III, mulai menunjukkan peningkatan signifikan, Rabu (19/03/2026).
Kasat Lantas Polres Sukabumi, AKP Abdurrohman Hidayat, mengungkapkan bahwa lonjakan kendaraan terlihat jelas baik di jalur tol fungsional maupun jalur arteri.
Ia menyebutkan, volume kendaraan yang keluar melalui Exit Tol Bocimi Seksi III mencapai angka tertinggi dalam lima hari terakhir.
“Untuk hari ini tercatat sebanyak 2.400 kendaraan keluar melalui Exit Tol Bocimi Seksi III. Ini menjadi angka tertinggi dibandingkan hari-hari sebelumnya,” ujarnya.
Selain di jalur tol, kondisi arus lalu lintas di jalur arteri juga terpantau ramai namun tetap lancar. Kendaraan dari arah Jakarta dan Bogor terus mengalir menuju wilayah Sukabumi, terutama ke destinasi wisata unggulan seperti Palabuhanratu.
“Untuk H-2 ini, arus lalu lintas di jalur arteri masih ramai lancar. Mayoritas kendaraan mengarah ke wilayah wisata Palabuhanratu,” jelasnya.
Dalam rangka pengamanan arus mudik melalui Operasi Ketupat Lodaya 2026, Satlantas Polres Sukabumi telah menyiagakan sebanyak 74 personel di sejumlah titik rawan kemacetan.
“Kami selalu siap siaga agar arus lalu lintas tetap kondusif hingga operasi selesai,” tegasnya.
Puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada H-1 hingga H+ Lebaran, mengingat Sukabumi menjadi salah satu daerah tujuan favorit, baik untuk mudik maupun wisata.
Selain melakukan pengaturan lalu lintas, petugas juga gencar menindak kendaraan travel gelap. Sedikitnya 15 kendaraan telah ditilang karena terbukti melanggar aturan.
“Kami rutin melakukan penindakan terhadap travel gelap melalui patroli dan pemantauan media sosial,” tambahnya.
Adapun itu, untuk kendaraan sumbu tiga, petugas melakukan penyekatan di kawasan Cibolang dan Terminal Cibadak. Kendaraan yang tidak sesuai aturan langsung ditindak, sementara yang memenuhi ketentuan diberlakukan sistem buka-tutup setiap 10 menit.
“Langkah ini kami lakukan agar arus lalu lintas tetap lancar dan tidak terjadi penumpukan,” pungkasnya.
Redaktur: Ujang Herlan












