Zona Merah di Palabuhanratu Kembali Bergerak, Satu Rumah Ambruk dan Puluhan KK Terdampak

Selasa, 3 Maret 2026 - 20:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Bencana pergerakan tanah kembali menghantui wilayah pesisir selatan Kabupaten Sukabumi. Kali ini, kejadian tersebut terjadi di Kampung Bantarmuncang RT 01 RW 03, Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu, pada Selasa (3/3/2026) dini hari sekitar pukul 04.45 WIB.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Palabuhanratu, U. Nuryaman, melaporkan bahwa pergerakan tanah dipicu oleh cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi ini memperparah kerentanan tanah, mengingat lokasi kejadian memang termasuk zona merah rawan pergerakan tanah dan memiliki riwayat bencana serupa pada tahun 2021.

“Pergerakan tanah menyebabkan satu unit rumah warga ambruk dan beberapa rumah lainnya mengalami retakan cukup serius. Alhamdulillah, tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar Nuryaman.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dampak sosial dari bencana ini cukup signifikan. Data sementara mencatat sekitar 60 kepala keluarga (KK) terdampak langsung.

“Hingga saat ini, jumlah pasti korban terancam dan warga yang harus mengungsi masih dalam proses pendataan di lapangan,” tuturnya.

Pasca kejadian, P2BK Palabuhanratu bersama Kasi Trantibum langsung melakukan assessment lokasi. Koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah desa, RT/RW setempat, serta unsur Forkopimcam Palabuhanratu guna memastikan langkah penanganan awal berjalan cepat dan terkoordinasi.

“Kondisi saat ini belum memungkinkan dilakukan perbaikan. Kami masih menunggu arahan dan penanganan lanjutan, termasuk kajian teknis terkait kemungkinan relokasi warga ke tempat yang lebih aman,” tambahnya.

Adapun kebutuhan mendesak yang saat ini diperlukan warga terdampak meliputi bantuan sembako serta rencana relokasi, mengingat cuaca di lokasi masih diguyur hujan dengan intensitas ringan yang berpotensi memicu pergerakan tanah susulan.

“Sejumlah unsur turut hadir dan siaga di lokasi kejadian, di antaranya Forkopimcam Palabuhanratu, P2BK, Satpol PP, Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa, hingga masyarakat setempat,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan 

Berita Terkait

Hergun Sembelih 12 Ekor Sapi dan 13 Kambing, Libatkan Tokoh Pers Sukabumi
Alat Berat di Gerbang Ciletuh Geopark Disorot, Dinilai Coreng Wajah Pariwisata Sukabumi
322 Hewan Kurban Disalurkan Pemkab Sukabumi pada Idul Adha 1447 H
Tragis! Laka di Parungkuda Akibatkan Sopir Truk Terjepit 
Tinjau Lokasi Banjir, Bupati Sukabumi Semprot Langsung Area Puskesmas Palabuhanratu
Ruas Loji-Geopark Tertutup Banjir dan Tiang Roboh, Akses Lalu Lintas Terganggu
Debit Sungai Melonjak Jelang Petang, Petugas Sisir Titik Rawan Banjir
Air Sungai Naik Drastis, Sejumlah Kampung di Palabuhanratu Terendam

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:23 WIB

Hergun Sembelih 12 Ekor Sapi dan 13 Kambing, Libatkan Tokoh Pers Sukabumi

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:39 WIB

Alat Berat di Gerbang Ciletuh Geopark Disorot, Dinilai Coreng Wajah Pariwisata Sukabumi

Rabu, 27 Mei 2026 - 08:57 WIB

322 Hewan Kurban Disalurkan Pemkab Sukabumi pada Idul Adha 1447 H

Rabu, 27 Mei 2026 - 01:27 WIB

Tragis! Laka di Parungkuda Akibatkan Sopir Truk Terjepit 

Senin, 25 Mei 2026 - 10:53 WIB

Tinjau Lokasi Banjir, Bupati Sukabumi Semprot Langsung Area Puskesmas Palabuhanratu

Berita Terbaru