PJURNALSUKABUMI.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan keseriusan pemerintah dalam menangani dampak bencana di sejumlah provinsi dengan menyiapkan anggaran besar serta mengerahkan jajaran menteri untuk bekerja langsung di lapangan. Pemerintah juga membuka ruang partisipasi publik melalui penyaluran bantuan yang transparan dan terukur.
“Kita sebagai bangsa, sebagai negara mampu menghadapi. Kita tidak perlu menyatakan bencana nasional, tetapi tidak berarti kita tidak memandang ini sebagai hal yang sangat serius,” ujar Presiden Prabowo dalam keterangan yang diterima jurnalsukabumi.com, Minggu (4/1/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat memimpin rapat terbatas dengan para menteri terkait. Presiden menjelaskan bahwa meskipun status bencana nasional tidak ditetapkan, penanganan tetap dilakukan secara serius dan terukur karena kapasitas negara dinilai memadai.
Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar serta mengerahkan seluruh unsur kabinet untuk menangani bencana secara paralel di berbagai wilayah terdampak.
Dari seluruh kabinet, hari ini ada banyak menteri yang berada di lapangan. Dua menteri di Aceh Utara, sekitar sepuluh menteri di Aceh, dan beberapa menteri lainnya berada di daerah terdampak di provinsi lain,” ujar Presiden.
Selain upaya pemerintah, Presiden menyatakan keterbukaan terhadap bantuan dari masyarakat, komunitas, maupun diaspora, dengan catatan mengikuti mekanisme yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Saya sampaikan kepada pihak yang ingin memberi sumbangan, silakan. Buat surat, laporkan ke pemerintah pusat agar penyalurannya jelas,” katanya.
“Presiden juga menegaskan bahwa pemerintah tidak menolak bantuan publik, selama dilakukan dengan ikhlas dan sesuai prosedur. “Kita tidak menolak bantuan, hanya mekanisme dan prosedurnya harus jelas,” tegasnya.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo meminta agar pemulihan layanan dasar masyarakat menjadi prioritas, khususnya sektor pendidikan dan kesehatan. Ia menekankan pentingnya percepatan operasional sekolah, puskesmas, dan rumah sakit di wilayah terdampak.
“Saya minta sekolah-sekolah, puskesmas, dan rumah sakit bisa segera berfungsi kembali secepatnya,” pungkas Presiden.
Kunjungan kerja dan rapat terbatas pada hari pertama tahun 2026 ini menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pemulihan pascabencana, memastikan bantuan tepat sasaran, serta melibatkan partisipasi masyarakat secara transparan dan akuntabel.
Redaktur: Ujang Herlan











