JURNALSUKABUMI.COM – Upaya memperkuat komunikasi antara petani dan pemerintah daerah kini semakin mudah. Dinas Pertanian (distan) Kabupaten Sukabumi resmi meluncurkan layanan digital Sarana Aspirasi Petani atau ‘Sapa Tani’.
Ide gemilang itu bertujuan sebagai wadah penyampaian aspirasi, keluhan, hingga gagasan pembangunan sektor pertanian.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, mengatakan layanan tersebut mulai dioperasikan sejak Rabu, 3 September 2025, dan dapat diakses oleh para petani melalui aplikasi WhatsApp di nomor 0812-2064-1617. 
“Kehadiran Sapa Tani diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif dan responsif antara petani dengan pemerintah,” ujarnya saat dihubungi jurnalsukabumi.com, Selasa (16/12/2025).
Ia menjelaskan, Sapa Tani dirancang sebagai ruang interaksi dua arah, bukan sekadar kanal pengaduan. Melalui layanan ini, petani dapat berkomunikasi langsung dengan pemerintah sekaligus memperoleh informasi terkini terkait kebijakan maupun perkembangan teknologi pertanian.
“Melalui Sapa Tani, petani tidak hanya menyampaikan permasalahan di lapangan, tetapi juga bisa berdiskusi dan mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Kami ingin membangun komunikasi yang terbuka dan mudah diakses,” jelas Aep.
Menurutnya, digitalisasi layanan pertanian menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat peran mereka dalam mendukung ketahanan dan swasembada pangan daerah.
“Selain itu, juga diharapkan berfungsi sebagai media edukasi agar petani lebih siap menghadapi berbagai tantangan, seperti perubahan iklim, fluktuasi harga pasar, serta penerapan teknologi pertanian modern,” paparnya.
Lanjut Aep, “Peluncuran Sapa Tani juga merupakan bagian dari strategi kami untuk mendorong pembangunan pertanian yang berkelanjutan, adaptif, dan berbasis digital di Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.
Reporter: PPL | Redaktur: Ujang Herlan












