Dapur SPPG Lalai, Kepsek Minta Temuan Plester di Menu MBG Tak Dibesar-besarkan

Selasa, 21 Oktober 2025 - 14:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Insiden penemuan plester bekas di dalam hidangan Menu Bergizi Gratis (MBG) yang viral di kalangan siswa SD Negeri Gadis Cisaat, Kabupaten Sukabumi, disikapi santai oleh pihak sekolah.

Kepala Sekolah SD Negeri Gadis Cisaat, Iis Irawati, menilai kejadian tersebut sebagai murni kelalaian operasional yang wajar, mengingat volume produksi makanan yang sangat besar.

Iis Irawati menjelaskan bahwa insiden plester tersebut diyakini sebagai kesalahan teknis yang tidak disengaja dari pihak Sentra Penyedia Pangan Gratis (SPPG) Cigunung.

“Kami rasa masalah ini tidak usah dibesar-besarkan. Itu hanya kesalahan teknis dari dapur SPPG,” ujar Iis ditemui Selasa (21/10/2025).

Ia menambahkan bahwa selama dua bulan layanan, kualitas dari SPPG Cigunung selalu baik dan tanggap terhadap setiap keluhan.

Pihak sekolah memahami bahwa proses produksi makanan skala besar memang rentan terhadap kesalahan. Iis menyebut satu dapur SPPG setidaknya melayani sekitar 3.500 porsi makanan setiap hari.

“Kami memaklumi karena yang harus dilayani memang bukan jumlah yang sedikit. Bagi kami, ini bukan hal yang membahayakan, apalagi makanan yang ditemukan plester itu belum sempat dikonsumsi oleh anak kami,” tambahnya.

Iis Irawati membantah adanya kekhawatiran berlebihan di kalangan sekolah. Ia justru berharap insiden ini menjadi pelajaran bagi seluruh pihak.

Pihak sekolah, yang hanya bertindak sebagai penerima dan distributor MBG, meyakini bahwa penyedia yang ditunjuk telah memenuhi standar gizi nasional (BGN) dan memiliki ahli gizi profesional.

“Kami sudah berkomitmen dengan guru-guru bahwa kami hanya sebagai penerima. Kami yakin SPPG yang ditunjuk sudah memenuhi standar gizi dan memiliki ahli gizi. Jadi, tidak mungkin mereka akan mencelakakan anak-anak,” tegasnya.

Iis juga menyampaikan harapan agar ke depan SPPG dapat lebih menjaga mutu, terutama terkait jenis menu yang dibagikan.

“Kalau saya berharapnya, kalau bisa yang dimakan anak-anak itu makanan yang kering. Kami khawatir kalau makanan basah itu sering mubazir (terbuang) karena tidak habis, dan itu adalah uang negara,” ungkapnya.

Permintaan Orang Tua dan Respons Pemerintah Daerah

Meskipun sekolah bersikap memaklumi, salah satu perwakilan orang tua siswa, Dian (37), menyuarakan perlunya peningkatan kualitas dan higienitas.

“Kami berharap juru masak lebih berhati-hati dan menjaga kehigienisan. Selain itu, kami minta variasi makanan dan kandungan gizi ditingkatkan,” kata Dian.

Ia juga secara khusus meminta agar susu bermerek tidak dihilangkan dari menu, serta berharap penyajian nasi dapat diinovasi menjadi cetakan seperti Bento agar anak lebih berselera.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Dinas Pertanian Buka Suara Soal Dugaan Pupuk NPK Zonk, Siap Libatkan Provinsi untuk Uji Mutu
Viral Dugaan Pemerkosaan Anak di Parungkuda, Terduga Pelaku Sempat Diamuk Massa
Lacak Jejak Macan Tutul, 80 Kamera Trap Disebar di Hutan Cikepuh Sukabumi
Rumah Panggung di Kalibunder Ludes Terbakar, Motor dan Hand Traktor Ikut Hangus
Mahar Belum Terbayar, Nyawa Sudah Melayang: Tragedi Karyawan Minimarket di Jampangkulon
15 Orang Terjebak di Sulbar, Disnakertrans Sukabumi dan Relawan KDM Siapkan Pemulangan
Sempat Lumpuh Akibat Longsor, Arah Ibu Kota via Tol Bocimi Kembali Dibuka
KM 72 Ambrol, Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi Berhenti Total Arah Ibu Kota

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 18:25 WIB

Dinas Pertanian Buka Suara Soal Dugaan Pupuk NPK Zonk, Siap Libatkan Provinsi untuk Uji Mutu

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:55 WIB

Viral Dugaan Pemerkosaan Anak di Parungkuda, Terduga Pelaku Sempat Diamuk Massa

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:37 WIB

Lacak Jejak Macan Tutul, 80 Kamera Trap Disebar di Hutan Cikepuh Sukabumi

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:37 WIB

Rumah Panggung di Kalibunder Ludes Terbakar, Motor dan Hand Traktor Ikut Hangus

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:39 WIB

Mahar Belum Terbayar, Nyawa Sudah Melayang: Tragedi Karyawan Minimarket di Jampangkulon

Berita Terbaru

RAGAM

DPPKB: Kampung KB Desa Kalibunder Jadi Pusat Perubahan

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:44 WIB