Jasad Nelayan Hilang di Tegalbuleud Ditemukan di Radius 7 Kilometer

Selasa, 14 Oktober 2025 - 18:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Setelah tiga hari dilakukan pencarian intensif, seorang nelayan asal Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, yang sebelumnya dilaporkan hilang terseret ombak, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Korban bernama Karom (45) ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Selasa (14/10/2025) sekitar pukul 07.20 WIB di pesisir Pantai Kongsi, Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud sekitar 7 kilometer dari lokasi awal kejadian.

Koordinator Pos SAR Sukabumi, Suryo Adianto, membenarkan bahwa jasad korban telah berhasil dievakuasi setelah dilakukan pencarian sejak Minggu (12/10).

“Korban akhirnya ditemukan tim SAR gabungan pada pagi ini setelah pencarian hari ketiga. Jenazah langsung kami evakuasi menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Suryo.

Menurut Suryo, operasi pencarian dilakukan secara maksimal dengan mengerahkan puluhan personel gabungan dari berbagai unsur.

“Sejak hari pertama, tim melakukan penyisiran di laut menggunakan perahu nelayan hingga radius 5 nautical miles ke arah barat dari lokasi kejadian. Selain itu, pencarian juga dilakukan melalui jalur darat dengan menyusuri bibir pantai sejauh 4 kilometer, serta pemantauan udara menggunakan drone sejauh 1 kilometer dari titik korban dilaporkan hilang,” jelasnya.

Ia menambahkan, sinergi antara berbagai unsur menjadi faktor penting dalam keberhasilan operasi pencarian ini. Tim SAR gabungan melibatkan Pos SAR Sukabumi, Polsek Tegalbuleud, Satpol PP Kecamatan Tegalbuleud, P2BK Kecamatan Tegalbuleud, HNSI Tegalbuleud, Linmas Desa Tegalbuleud, KSB, Destana Tegalbuleud, Jampang Peduli, serta masyarakat sekitar.

Sebelumnya, Karom dikabarkan hilang pada Minggu (12/10/2025) sekitar pukul 07.00 WIB, saat sedang menjala ikan di pesisir Pantai Tegalbuleud. Gelombang tinggi yang datang secara tiba-tiba diduga menjadi penyebab korban terseret arus laut.

Suryo mengimbau agar para nelayan dan masyarakat pesisir lebih waspada terhadap potensi gelombang besar yang kerap terjadi di wilayah selatan Sukabumi.

“Kami terus mengingatkan masyarakat pesisir untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang sebelum melaut. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Gempa, Tsunami hingga Longsor, BPBD Kenalkan Ancaman Bencana kepada Ratusan Siswa
Rp8,4 Miliar Hak Buruh Belum Dibayar, PT Wilton dan BBP Didesak Bertanggung Jawab
Kasus Kades Positif Sabu, Bupati Sukabumi Serukan Perang Melawan Narkoba 
Ketegangan Warnai Penataan Trayek di Terminal Benda, Sopir Angkot 02 Tolak Aturan Sepihak!
Perumda AMTJM Tanggapi Aksi Mahasiswa, Tegaskan Pengadaan Water Meter dan IPA Sesuai Prosedur
Belum Kantongi Izin, Pembangunan Alfamart Ditegor Satpol PP Cibadak
Warga Ciawitali Nagrak Dihebohkan Kemunculan Monyet Masuk ke Pemukiman
Tak Kuat Menanjak, Truk Kayu Terguling di Cibangban Sukabumi

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Gempa, Tsunami hingga Longsor, BPBD Kenalkan Ancaman Bencana kepada Ratusan Siswa

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:20 WIB

Rp8,4 Miliar Hak Buruh Belum Dibayar, PT Wilton dan BBP Didesak Bertanggung Jawab

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:05 WIB

Kasus Kades Positif Sabu, Bupati Sukabumi Serukan Perang Melawan Narkoba 

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Ketegangan Warnai Penataan Trayek di Terminal Benda, Sopir Angkot 02 Tolak Aturan Sepihak!

Selasa, 4 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Perumda AMTJM Tanggapi Aksi Mahasiswa, Tegaskan Pengadaan Water Meter dan IPA Sesuai Prosedur

Berita Terbaru