JURNALSUKABUMI.COM — Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Majelis Daerah (MD) Sukabumi periode 2025-2030, para bakal calon dan calon Presidium KAHMI mengusung berbagai program kerja strategis.
Dengan mengusung tagline “KAHMI untuk semua, advokat untuk semua”, para calon Presidium ini menunjukkan komitmennya untuk membuat KAHMI berperan lebih luas dalam pembangunan daerah.
Salah satu calon Presidium KAHMI, Ferry Gustaman yang juga sebagi mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi ini menjelaskan, fokus utama program kerjanya. “Kami berencana membentuk badan otonom baru, salah satunya adalah Pos Bantuan Hukum,” ujar Ferry, Rabu (13/8/2025). 
Tak hanya itu, program kerja ini juga akan memperkuat badan otonom yang sudah ada, seperti Badan Wakaf dan Badan ZIS (Zakat, Infak, Sedekah).
Penguatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap program dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.
Selain fokus pada internal organisasi, KAHMI juga bertekad untuk bersinergi dengan pemerintah daerah. “Kami ingin berkolaborasi secara tulus dengan Pemda dalam pembangunan Kabupaten Sukabumi,” tegasnya.
Visi besar KAHMI adalah memiliki peran nyata dalam pembangunan di wilayah Kabupaten dan Kota Sukabumi. Hal ini dilakukan dengan mengikhtiarkan program-program dari pemerintah pusat maupun provinsi untuk menopang pembangunan, khususnya dalam peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Sukabumi.
KAHMI, yang sejatinya merupakan sebuah paguyuban untuk menyatukan alumni HMI dengan beragam profesi, juga diharapkan memiliki satu visi dan tujuan.
“KAHMI harus satu visi dengan tujuan Pemda, baik di Kota maupun Kabupaten Sukabumi, sehingga tujuan HMI untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang diridhai Allah dapat tercapai di Sukabumi,” jelasnya Fergus sapaan karib Ferry Gustaman.
Narasumber tersebut menambahkan bahwa program-program yang ditawarkan akan berbasis pada rumah tangga.
Untuk mencapai tujuan tersebut, ia akan membangun struktur organisasi KAHMI hingga tingkat kecamatan dan rayon, sesuai dengan AD/ART yang ada.
“Bagi saya, hal ini mudah untuk dilakukan, karena alumni KAHMI sudah tersebar di berbagai lapisan masyarakat, bahkan hingga tingkat desa. Saya berharap KAHMI bisa menjadi organisasi yang lebih bermanfaat bagi masyarakat,” tutup Fergus.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan












