JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sukabumi mempercepat digitalisasi data petani sebagai syarat utama suksesnya reformasi distribusi pupuk bersubsidi.
Kepala Dinas Pertanian, Sri Hastuty Harahap, menegaskan bahwa tantangan distribusi pupuk selama ini tak lepas dari ketidakakuratan data petani.
Oleh karena itu, verifikasi berbasis identitas seperti KTP dan NIK menjadi fokus utama Distan ke depan.
“Kami instruksikan seluruh BPP dan KCD untuk melakukan door-to-door verification. Kita ingin data petani benar-benar sesuai kondisi lapangan agar distribusi pupuk tak salah sasaran,” jelas Sri Hastuty.
Distan menargetkan sistem distribusi pupuk yang lebih efisien, adil, dan tahan terhadap praktik penyelewengan.
“Digitalisasi data pun jadi langkah awal reformasi agraria yang berdampak langsung bagi petani kecil di Sukabumi,” tuturnya.
Sekda Kabupaten Sukabumi, H Ade Suryaman, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyebutkan bahwa pemutakhiran data petani sangat penting demi keadilan distribusi.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin ada petani yang layak menerima justru tidak terdata.
“Identitas petani bukan sekadar administrasi, ini soal keadilan. Tanpa data valid, program strategis seperti pupuk bersubsidi akan terus bermasalah,” tegas Sekda.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












