JURNALSUKABUMI.COM – Bendungan aliran Sungai Cipelang, tepatnya di Kampung Warungkalapa, Rw 01, Kelurahan/Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi jebol diterjang banjir, akibatnya warga di tiga RW mengalami kesulitan air.
Informasi dihimpun, peristiwa jebolnya bendungan tersebut terjadi pada akhir tahun 2024 lalu ketika curah hujan yang cukup tinggi, air sungai yang banjir dan meluap mengakibatkan jebolnya bendungan tersebut.
Ketua Rw 01, Andi Rustandi mengatakan, selain bendungan, ada tiga rumah yang berada tepat di bantaran sungai ikut tergerus longsor dan hanyut, tidak ada korban dalam kejadian itu.
“Untuk kronologisnya ini akibat banjir di sungai Cipelang ini airnya meluap akhirnya bendungan Cipelang ini jebol, selain itu tebing di sekitar lokasi juga longsor bahkan ada tiga rumah yang ikut terbawa,” kata Andi pada Selasa (13/05/2025).
Menurutnya, akibat jebolnya bendungan tersebut sekurangnya tiga ke Rw-an di Kelurahan Lembursitu mulai dari ke Rw-an 03,04 dan ke Rw-07 harus bersusah payah mencukupi kebutuhan airnya.
“Selain itu dampak jebolnya bendungan ini kan ada saluran irigasi juga yang terdampak dan ini sangat vital untuk mengairi sekitar tiga ke Rw-an di Kelurahan Lembursitu. Sampai sekarang warga kesulitan air apalagi untuk kebutuhan pertanian, kolam ikan dan sawah,“ jelasnya.
Di tempat yang sama, Ketua Rw 07, Dadang Efendi mengatakan bahwa warganya yang mayoritas merupakan seorang petani sangat mengeluhkan kondisi tersebut.
“Banyak petani mengeluh untuk kondisi air ini, kemarin hampir gagal panen dan gagal tanam karena tidak ada air. Jadi kondisinya kalau saluran irigasi ini airnya surut, bukan hanya lahan pertanian yang terdampak tapi sumur warga juga ikut surut tidak ada airnya,” ungkapnya.
Dengan kondisi itu, warga setempat mengaku sudah mengajukan bantuan ke pemerintah setempat, namun demikian bantuan dua kali bronjong kembali jebol diterjang banjir.
“Sebelumnya pernah mendapatkan bantuan bronjong dua kali dari Kota sama Provinsi cuman ya nggak tahan lama kalau ada banjir jadi kegerus lagi,” ujarnya.
“Sekarang juga kita sudah mengajukan kembali tapi mungkin ada beberapa faktor sehingga pengajuannya belum teralisasi, maka dari itu kita tetap berusaha seadanya sebelum ada bantuan ya warga gotong royong membendung aliran sungai ini menggunakan bambu seadanya,“ tutur dia.
Saat ini, warga berharap agar pemerintah dapat segera merealisasikan pengajuan bendungan tersebut, mengingat banyak warga dan petani yang sangat tergantung pada saluran irigasi tersebut.
“Untuk harapannya mudah-mudahan pengajuan dari kami baik untuk bendungan atau tebing longsor kami berharap agar bica cepat terealisasi. Kalau semuanya sudah terealisasi warga juga bisa merasa aman dan petani merasa bahagia karena tidak kekurangan air,“ pungkasnya.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan












