JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sukabumi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) menggelar rapat penting terkait rekonsiliasi data Luas Tambah Tanam (LTT) dan Luas Tambah Panen (LTP) padi Dalam upaya menjaga ketahanan pangan dan menyukseskan program swasembada nasional.
Digelar di UPTD Pertanian Wilayah I Sukabumi, Kecamatan Cisolok, Jumat kemarin (11/4/2025), pertemuan ini mempertemukan berbagai unsur strategis mulai Dinas Ketahanan Pangan (DKP), pejabat Distan, BPS, TNI, hingga penyuluh lapangan yang bergabung secara daring.
Menurut Kepala Bidang Sarana Pertanian, Deni Ruslan, kegiatan ini merupakan langkah penting dalam memastikan kesesuaian data lapangan dengan perencanaan daerah.
“Target LTT padi Kabupaten Sukabumi untuk tahun 2025 mencapai 216.456 hektare, dan jagung 17.821 hektare. Angka ini tidak kecil. Perlu kolaborasi lintas sektor dan strategi yang tepat,” ujar Deni, Selasa (15/4/2025).
Dalam rapat tersebut, dilakukan penyelarasan data tanam periode Oktober 2024 – Maret 2025 serta data panen Januari – Juni 2025. Selain itu, dibahas pula potensi tambahan luas tanam di berbagai kecamatan, beserta tantangan seperti perubahan iklim, ketersediaan sarana produksi, hingga kondisi irigasi.
Yang menarik, kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian dari Kementerian Pertanian, menandakan pentingnya wilayah Sukabumi dalam peta pangan nasional.
Deni juga menambahkan, sinkronisasi ini penting agar program percepatan tanam berjalan terarah dan terukur, yang ujungnya berdampak langsung bagi kesejahteraan petani dan stabilitas pangan masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap hektare yang ditanam benar-benar tercatat dan terpantau. Ini soal kedaulatan pangan, dan itu dimulai dari desa-desa di Sukabumi,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












