JURNALSUKABUMI.COM – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Sukabumi berdampak pada delapan sekolah tingkat SD dan SMP yang tersebar di tiga kecamatan, yaitu Simpenan, Palabuhanratu, dan Lengkong.
Akibatnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi mengambil langkah cepat untuk memastikan keamanan siswa dan kelangsungan kegiatan belajar mengajar (KBM).
Sekretaris Disdik Kabupaten Sukabumi, Khusyairin, menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan para pengawas sekolah dan kepala sekolah guna melakukan pendataan kondisi bangunan yang terdampak.
“Prioritas utama kami adalah keselamatan siswa dan tenaga pendidik. Sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan parah atau sulit diakses akan menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh sementara,” ujar Khusyairin, belum lama ini.
Langkah utama yang telah dilakukan Disdik adalah menerbitkan surat edaran yang mengatur teknis pembelajaran bagi sekolah terdampak.
“Jika sekolah mengalami kerusakan total, pembelajaran akan dilakukan secara daring. Namun, jika hanya akses menuju sekolah yang terganggu, maka hanya siswa yang kesulitan transportasi yang diperbolehkan belajar dari rumah,” terangnya.
Pihaknya juga telah mengajukan data sekolah terdampak ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) agar bisa segera mendapat bantuan rehabilitasi melalui anggaran perubahan.
Selain itu, Disdik Peduli dan bantuan dari Kementerian Pendidikan telah disalurkan untuk mendukung sekolah yang terdampak, terutama dalam penyediaan fasilitas belajar.
“Bupati Sukabumi, Asep Japar, telah menginstruksikan agar penanganan terhadap sekolah terdampak segera dilakukan agar kegiatan pendidikan tetap berjalan meski dalam kondisi darurat,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












