Sidang Putusan Pembunuhan IRT di PN Cibadak Ricuh!

Senin, 10 Februari 2025 - 14:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Suasana Pengadilan Negeri (PN) Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mendadak ricuh saat keluarga korban kasus pembunuhan Lili (50) IRT asal Cianjur meluapkan amarah mereka akibat sidang yang kembali ditunda.

Teriakan histeris hingga dorong-mendorong dengan petugas pengamanan terjadi saat terdakwa perempuan berinisial NAA (30) dan pria berinisial WS (35) memasuki ruang sidang.

“Hukum mati! Hukum mati!” teriakan lantang menggema di ruang persidangan. Keluarga korban yang datang jauh-jauh dari Cianjur, Sumedang, hingga Tasikmalaya merasa kecewa dan frustrasi karena proses persidangan yang sudah berulang kali tertunda.

Kemarahan memuncak ketika keluarga korban mencoba mendobrak masuk ke dalam ruang sidang. Mereka menuntut kejelasan dan keadilan atas kasus yang sudah berlarut-larut.

“Sidang ditunda terus! Kami sudah datang jauh-jauh dari Cianjur, Sumedang, bahkan Tasik. Kami ingin keadilan!,” seru Abdul Rohim, salah satu anggota keluarga korban, Senin (10/2/2025).

Ia menuding ada ketidakadilan dalam proses hukum yang sedang berlangsung.

“Kalau hakim gak disogok, gak mungkin ditunda-tunda begini! Kami orang kecil, gak punya uang, tapi kami hanya ingin keadilan!” lanjutnya dengan nada penuh emosi.

Tangis dan jeritan anak-anak korban semakin menambah haru suasana di pengadilan. Mereka berulang kali meminta agar terdakwa dihukum seberat-beratnya.

Keluarga korban berharap hakim menjatuhkan hukuman mati atau minimal hukuman seumur hidup kepada terdakwa.

“Kami ingin hukuman setimpal! Nyawa dibayar nyawa! Kasihan anak-anaknya yang ditinggalkan. Tolong Pak Presiden Prabowo, lihat ini, tolong tegakkan keadilan!,” pinta Abdul Rohim.

Harun (30), anak kesembilan dari korban, menyatakan bahwa keluarganya sudah berulang kali menghadiri persidangan, namun keadilan terasa semakin jauh dari harapan.

“Kami datang dari berbagai daerah, dari Cianjur, Sumedang, Bogor, Garut, dan Tasik. Sudah dua kali sidang ditunda, hari ini seharusnya vonis terakhir, tapi masih juga ditunda! Kami kecewa!,” ungkap Harun.

Kasus ini bermula ketika Sesosok mayat perempuan ditemukan warga di Jalan Pasir Sireum, Desa Sukamanah, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi , pada Rabu (26/6/2024) pukul 06.30 WIB.

Awalnya mayat perempuan itu tidak diketahui identitasnya. Setelah penemuan korban diunggah ke media sosial, akhirnya identitasnya diketahui.

“Korban merupakan ibu rumah tangga berinisial L (50) warga Kabupaten Cianjur. Sempat pamit ke keluarga untuk keluar rumah pada Selasa (25/6/2024) ditemukan meninggal Rabu (26/6/2024),” kata Kapolsek Gegerbitung, Iptu Bayu Sunarti, Kamis (27/6/2024).

 

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ahmad Fikri

 

 

 

 

Berita Terkait

Puncak Arus Balik Iduladha, Kemacetan di Cibadak Mengular hingga Jalur Alternatif Nagrak
Pancasila di Tengah Tantangan Zaman, Pesan Bupati Sukabumi untuk Generasi Muda
Sejumlah Indomaret di Sukabumi Mendadak Tutup, Warga Bingung Ada Apa?
Kepergok di Vila Kosong, Terduga Pencuri Nyaris Diamuk Massa di Parungkuda
Kades di Sukabumi Jadi Tersangka Dugaan Penipuan Proyek Desa, Korban Rugi Puluhan Juta Rupiah
Jembatan Pamuruyan Baru Berdiri Kokoh, PJN Wilayah II Jabar: Masih Tahap Finishing
Tujuh Sapi Kurban Berbobot 6 Ton Disalurkan untuk Masyarakat Kabupaten Sukabumi
Hergun Sembelih 12 Ekor Sapi dan 13 Kambing, Libatkan Tokoh Pers Sukabumi

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 15:10 WIB

Puncak Arus Balik Iduladha, Kemacetan di Cibadak Mengular hingga Jalur Alternatif Nagrak

Minggu, 31 Mei 2026 - 22:00 WIB

Sejumlah Indomaret di Sukabumi Mendadak Tutup, Warga Bingung Ada Apa?

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:45 WIB

Kepergok di Vila Kosong, Terduga Pencuri Nyaris Diamuk Massa di Parungkuda

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:30 WIB

Kades di Sukabumi Jadi Tersangka Dugaan Penipuan Proyek Desa, Korban Rugi Puluhan Juta Rupiah

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:22 WIB

Jembatan Pamuruyan Baru Berdiri Kokoh, PJN Wilayah II Jabar: Masih Tahap Finishing

Berita Terbaru