KDM Biayai Pendidikan dan Kehidupan Anak Satpam Korban Pembunuhan di Bogor

Minggu, 19 Januari 2025 - 17:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Septian (37), seorang satpam yang menjadi korban pembunuhan di pos jaga tempatnya bekerja di Jl Lawang Gintung, Kota Bogor, meninggalkan istri dan empat anak, dua di antaranya masih duduk di bangku sekolah dasar.

Pasca peristiwa mengenaskan tersebut, Dewi (47) istri korban, mendatangi kediaman Kang Dedi Mulyadi (KDM) untuk mengungkapkan kesedihannya sekaligus harapan untuk mendapatkan keadilan atas tragedi yang menimpa suaminya.

Dalam pertemuannya dengan Dewi, Kang Dedi berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh, khususnya untuk pendidikan dan kehidupan dua anak korban yang masih sekolah.

“Jadi yang masih sekolah 2 orang, kelas 3 SD dan kelas 1 SD ibu itu, yang masih sekolah nanti tanggung jawab biaya pendidikan dan kehidupannya dari saya perbulannya,” ujar KDM, Minggu (19/1/2025).

Tak hanya itu, KDM juga membantu meringankan beban Dewi dengan memberikan bantuan dana sebesar Rp20 juta untuk biaya pemakaman dan tahlilan.

“Ibu tidak usah mikirin biaya tahlilan dan pemakaman nanti saya siapin,” tambahnya.

Selain memberikan dukungan materi, KDM juga memastikan akan memantau proses hukum kasus ini. Ia meminta Dewi untuk tidak takut dan percaya bahwa pihak kepolisian akan bekerja maksimal untuk mengungkap kasus tersebut.

“Di era sekarang tidak ada istilah backing-backingan. Ibu tidak perlu takut. Saya yakin Pak Kapolda dan Kapolres akan bekerja dengan baik. Saya akan pantau seluruh proses penyelidikan dan penyidikannya,” tegas KDM

Dewi, yang kini harus menghidupi anak-anaknya seorang diri, mengungkapkan bahwa suaminya baru bekerja sebagai satpam di Bogor selama empat bulan terakhir.

Sebelumnya, Septian bekerja di sebuah perusahaan di Bogor. “Kami sudah menikah tujuh tahun. Anak kami yang paling besar 24 tahun, sedangkan yang paling kecil baru 6 tahun,” kata Dewi.

 

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ahmad Fikri

 

Berita Terkait

Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan
Ratusan Buruh ‘Kepung’ Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Keluhkan Pencaloan Pencairan
Jangan Bangga dengan UNESCO, Wisata Sukabumi Perlu Sentuhan Nyata
Disandingkan dengan Foto Orang Hilang, Akhirnya Misteri Kerangka di Sagaranten Terungkap
Mengaku Bernama Yayan Asal Citepus, Kakek Ini Masih Dirawat di Griya Lansia Nagrak
Mogok di Tol Bocimi, Vidio Keluhan Penumpang Bus MGI Palabuhanratu-Bogor Tuai Respons Warganet
Geger Penemuan Kerangka Manusia di Hutan Jati Sagaranten, Polisi Selidiki Identitas Korban

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:12 WIB

Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak

Kamis, 16 Juli 2026 - 22:33 WIB

Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:44 WIB

Ratusan Buruh ‘Kepung’ Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Keluhkan Pencaloan Pencairan

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:23 WIB

Disandingkan dengan Foto Orang Hilang, Akhirnya Misteri Kerangka di Sagaranten Terungkap

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:17 WIB

Mengaku Bernama Yayan Asal Citepus, Kakek Ini Masih Dirawat di Griya Lansia Nagrak

Berita Terbaru