JURNALSUKABUMI.COM – Basarnas bergerak cepat dalam upaya penyelamatan 71 nelayan yang terjebak di bekas dermaga SBP, Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, setelah jembatan penghubung dermaga terputus dihantam ombak besar pada Rabu (16/10/2024).
Operasi evakuasi ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, yang berada di lokasi untuk memantau jalannya operasi SAR.
Sebuah helikopter Basarnas jenis Dauphin AS-356 N3+ dengan call sign HR-3604 diterjunkan dari Lanud Atang Sanjaya, Bogor, menuju Satradar TNI AU Ujung Genteng, yang difungsikan sebagai posko utama evakuasi.
Pada sorti pertama, helikopter tersebut membawa logistik dan menurunkan seorang rescuer Basarnas untuk memantau kondisi para nelayan yang terjebak serta memastikan keselamatan mereka.
Dua korban pertama, yakni Maman (60) dan Dede Amung (37), telah berhasil dievakuasi oleh helikopter. Keduanya mengalami kelelahan namun dalam kondisi stabil dan saat ini sedang dalam penanganan medis di posko evakuasi Satradar 216 Ujung Genteng.
“Rescuer kami diturunkan untuk memantau kondisi nelayan yang masih terjebak dan membagikan logistik. Evakuasi selanjutnya akan dilakukan secara bertahap, mengingat kondisi ombak di perairan selatan masih cukup tinggi, antara 3 hingga 5 meter,” ujar Desiana, Kamis (17/10/2024).
Sebelumnya, nelayan yang berada di dermaga tersebut terjebak setelah jembatan penghubung, yang semula terbuat dari beton dan diperbaiki dengan bambu oleh warga setempat, hancur diterjang gelombang besar.
“Gelombang tinggi membuat upaya penyelamatan dari darat dan laut sulit dilakukan, sehingga kami mengandalkan helikopter sebagai alat utama evakuasi,” tambahnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












