Penanganan Sampah Loji, DLH Bakal Gandeng PLTU Jabar 2 Palabuhanratu

Selasa, 8 Oktober 2024 - 12:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi tengah mempersiapkan langkah besar untuk mengatasi masalah sampah yang menumpuk di Pantai Loji dan sekitarnya.

Kepala Dinas DLH Kabupaten Sukabumi Prasetyo, mengungkapkan bahwa pihaknya akan menjalin kerjasama dengan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jabar 2 Palabuhanratu sebagai bagian dari upaya menyelesaikan persoalan lingkungan yang selama ini menjadi sorotan masyarakat.

Prasetyo menjelaskan bahwa sampah di Pantai Loji kerap kali menjadi masalah besar karena wilayah tersebut merupakan muara dari berbagai aliran sampah yang terus menumpuk, terutama di wilayah pariwisata Kecamatan Simpenan.

Menyadari situasi ini, DLH berkomitmen untuk secara rutin menangani masalah sampah dengan dukungan penuh dari PLTU dan pemerintah daerah.

“Kami dari DLH sudah menjelaskan apa saja yang menjadi isu di masyarakat, salah satunya adalah masalah sampah di Pantai Loji. Saat ini, kami sedang mengadakan perjanjian kerjasama dengan PLTU Jabar 2 Palabuhanratu untuk mencari solusi terkait sampah dan juga abrasi pantai di wilayah tersebut,” ujar Prasetyo, Selasa (8/10/2024).

Selain fokus pada penanganan sampah, kerjasama ini juga mencakup upaya pencegahan abrasi di kawasan Patuguran. Prasetyo menambahkan bahwa pihak PLTU saat ini sedang mengkaji teknologi yang akan diterapkan untuk mengatasi abrasi pantai yang turut mengancam keberlanjutan lingkungan di sekitar Pantai Loji.

“Kami juga sudah menyampaikan kepada PLTU mengenai kebutuhan untuk mencegah abrasi di Patuguran. Mereka sedang mengkaji teknologi yang bisa diterapkan untuk menghadapi masalah ini,” lanjutnya.

Selain menjaga kebersihan Pantai Loji, DLH juga menekankan pentingnya peran serta berbagai pihak dalam menjaga kawasan wisata yang terletak di Kecamatan Simpenan. Sebagai destinasi wisata yang cukup ramai, pengelolaan sampah menjadi tantangan besar, mengingat sampah kerap menumpuk dengan cepat.

“Kami mencoba menyelesaikan masalah ini secara komprehensif setelah kerjasama dengan PLTU dan Pemda terlaksana. Komitmen ini sangat penting, terutama bagi kawasan pariwisata seperti Simpenan yang sampahnya rutin menumpuk,” tandas Prasetyo.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Saka Pramuka Anti Narkoba Resmi Dilantik, Kwarcab Sukabumi Perkuat Gerakan Generasi Bersinar
Bukan Demo, Aliansi Peduli MBG Sukabumi Raya Gelar Aksi Damai dan Istighosah di Lapang Merdeka
MBG Bukan Sekadar Makan Gratis, SPPG Balekambang 2 Sebut Ini Investasi Gizi Generasi Masa Depan
Peduli MBG, Ribuan Warga Sukabumi Gelar Doa Bersama
Disnakertrans Sukabumi Pastikan Layanan Kartu Kuning Tetap Berjalan Meski ASN WFH
DPPKB Kabupaten Sukabumi Kejar 6.810 Akseptor, KB Pasca Persalinan Jadi Andalan Pengendalian Penduduk
BPR Sukabumi Terus Berinovasi, SIMPEN Jadi Jembatan Layanan Perbankan yang Lebih Mudah
Ribuan Massa Aliansi Masyarakat Peduli MBG Bakal “Putihkan” Sukabumi dengan Aksi Damai dan Istighosah

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:43 WIB

Saka Pramuka Anti Narkoba Resmi Dilantik, Kwarcab Sukabumi Perkuat Gerakan Generasi Bersinar

Kamis, 25 Juni 2026 - 00:33 WIB

Bukan Demo, Aliansi Peduli MBG Sukabumi Raya Gelar Aksi Damai dan Istighosah di Lapang Merdeka

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:10 WIB

MBG Bukan Sekadar Makan Gratis, SPPG Balekambang 2 Sebut Ini Investasi Gizi Generasi Masa Depan

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:58 WIB

Peduli MBG, Ribuan Warga Sukabumi Gelar Doa Bersama

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:55 WIB

Disnakertrans Sukabumi Pastikan Layanan Kartu Kuning Tetap Berjalan Meski ASN WFH

Berita Terbaru